Wadul

Jika bisa, saya ingin menukar kepala, leher dan tengkuk dengan sesuatu yang mati rasa.
Sungguh, saya nggak ingkar. Saya berterimakasih atas sakit, tegang dan pekak yang datang beberapa kali dalam seminggu tiap bulan. Karena dengan ini maka saya akan menikmati bagaimana ringannya berpikir tanpa derita.


In memoriam: satu lagi sel telur yang meluruh bersama dinding rahim, saat ini dan nanti. Dan nanti. Terbuang sia-sia karena nggak bisa digoreng untuk lauk sarapan.

Comments

waksss...lagi mens dicritake...
Pinkina said…
pito iki suwe2 nggilani pisan :D
nek misale kenek digoreng yho ra wareg Pit Pit ...
mBu said…
[ini bukan komen]
human wannabe said…
Maz Pitik:
Hehe...

Mbak Pink-Pink:
Ya nek diklumpukke setaun kan wareg ae mbak!

OmBu:
[terus apa?]

Popular posts from this blog

Tentang "Dikocok-kocok" dan "Keluar di Dalem"

Semacam Acak

Cerita Akhir Pekan