Posts

Showing posts with the label Flash Writing

20190112 - Ten Years of Solitude

Image
Credit to the artist. I don't own the copyright. "Jadi... Selama itu?" "Ya." "Mengapa?" "Karena denganmu aku bisa jadi diriku sendiri." Aku tergugu. Benakku kaku. Hanya bisa kutatap layar ponselku. Di sana terdapat pesannya, seseorang yang mencariku, dalam hitungan tahun sejumlah jari sepuluh. Wahai. Lelaki memang bajingan. Entah karena terlalu kuatnya ingatan atau memori yang menolak mati. Tapi mengenang dan mencari satu perempuan selama itu, yang hanya dikenal melalui teks lewat internet di antara jutaan perempuan asli yang bisa disentuh dan dikecup, menurutku adalah sesempurnanya kebodohan. "Sekarang aku tak lagi lajang. Dan langkahmu masih saja panjang." "Mungkin aku juga belum akan berhenti. Yang aku mau masih banyak, berjenjang-jenjang." "Dan kau masih sama seperti dulu, tak pernah mau punya seseorang yang menunggu." "Ya... Buat apa? Aku toh tak menganggap pulang adalah perlu." La...

20190111 - Make It Rain

via GIPHY Seberapa penting sih uang dan benda-benda itu sebenarnya? Here's my little story. Saya nggak dilahirkan di keluarga yang berpunya. Waktu SD perlu sepatu baru untuk ikut lomba upacara saja, sama Bu Anggi malah dikasih slip gaji Babab. Semua kebutuhan di-breakdown dari gaji Babab yang nggak seberapa dan ujung-ujungnya nggak ada yang tersisa untuk keperluan saya mengharumkan nama sekolah. Kan kampret. Tapi sebagai anak Indonesia yang keras di(h)ajar (literally!) oleh Bu Anggi untuk bermental baja dan nggak boleh menyerah, gimana caranya ya saya kudu-harus-fardhu 'ain bisa beli sepatu. Kalo nggak, ya sia-sia saya pulang sekolah panas-panasan bau matahari dan nggak jadi tukang bawa preambule yang bisa teriak-teriak sementara orang-orang terdiam mendengarkan saya ngebacot. Yekan~ Terus kamu ngapain, Pit? Ya cari duit dong! Dan apa yang bisa dilakukan anak cupu kelas 5 SD yang pengetahuannya soal pekerjaan cetek banget, gendut iya, kumel pasti, dijual jadi bint...

Day 9 - Dear Genduk

Image
Nduk, Mari kuceritakan kembali bagaimana ngelangutnya perjalanan lewat tengah malam di sepanjang trotoar pada selarik sudut Jogja hanya untuk mencari lelah. Waktu itu terlalu banyak monster di dalam kepala, berteriak bersahut-sahutan tak ada yang ingin mengalah. Perlu waktu dua jam menyeret-nyeret kaki pada tubuh yang terjaga lebih dari tiga hari. Terlalu banyak yang harus dilakukan dalam setiap langkah. Meletakkan mata di belakang kepala hanya karena kau perempuan. Mendiamkan resah yang lasak di sudut benak. Menghitung butiran aspal dan kecoak yang melintas dan terinjak. Bergegas karena di kelokan depan seringkali satpam baik yang sedang patroli (dan sangat ingin kau hindari) akan menegurmu dan mengajakmu ngobrol di posnya lalu akan membuatkanmu kopi dan kau seperti harus menjawab semua pertanyaan-pertanyaan polosnya tentang mengapa ada perempuan yang bisa tidak tidur berhari-hari kemudian tujuanmu menyeret-nyeret langkah buyar sudah karena kopi, rokok, dan obrolan hangat tak...

Day 4 - H O P E

Image
Bad men need nothing more to compass their ends, than that good men should look on and do nothing. Edmund Burke Eh, coba ya sekali ini nurut sama saya. Itu paket data bukan mantan terindah, nggak usah disayang-sayang. Tunyuk tombol "play" di YouTube tautan saya di atas dan baca post ini sambil dengerin. Tapi videonya juga bagus kok kalau mau lihat, nggak rugi. Nggak kayak yang itu, yang kamu udah usahain, kamu udah perhatiin, kamu jagain, terus ternyata dia pergi sama yang lain dan kamu ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Janji. Saya nggak sejahat itu. Makanya. Sekaliii aja, nurut sama saya. Ya. Mau ya. Please?    Jadi... Ternyata berkomitmen itu sulit, meskipun komitmen ecek-ecek nggak kredibel semisal OPOD--one post one day--berbahasa Inggris yang sedang saya terapkan pada diri sendiri saat saya menginjakkan kaki di Pulau Sumatera. Sebulan lalu. Meninggalkan separuh nyawa yang melekat pada lima anak-anak kaki empat semua. Mereka dirawat dengan baik oleh peng...

Day 2 - A B S O L U T I O N

Image
Taken from SUN Project . Check it out, they're so cool! And don't forget to support them on Patreon   You call it Absolution while I say it a consequence. Same difference. But let’s agree that it refers to one thing: what goes around comes around. That simple. My Absolution came when I signed the contract yesterday. For a month, I’ll be tied and bound here on the edge of (the so-called) urban civilization, where Alfamart and Indomaret are three-hour drive through sharp turns and rough lanes with the ocean as the roadside attraction. My feet will be planted deep on the place where I could see Bali cow stampeding on my backyard and a bunch of noisy swallows flying high and low on my front yard. Not to mention the cubic, windowless, Soviet-esque buildings that pop out like sore, pixelated thumbs. But those twinkle, twinkle little stars soaring high at night are the done deal. So, how could it be an Absolution when I don't have to suffer, my room is neat and cle...

... And I'm Moving On...

Image
Words adjusted from Serenity Prayer , the strongest mantra I've ever encountered    So, how do you see yourself when you've been forcefully yet consciously uprooted from the "home" you've known for the past five years? It's strange. But you need it the most--eventually--to save yourself from the stupid, monotonous insanity. I've been--just like any other person living and breathing--on a rollercoaster ride of emotions, while staying in another city, in another island. It's an overwhelming package full of new people from the uncharted waters that I've never known existed. Many times that all I could do was just inhale deeply. But it's all fun and games. Somehow.   I pulled myself together and picking up the pieces that I have left in my attempt to emerge from the blinding darkness while trying to taking in so much more. It's been so cold and dark down there, but my furry angels--the ones I thought I've rescued but in th...

Dear Dewi...

Image
Gambar diambil dari akun Instagram-nya Dewi … karena yang tidak membunuhmu hanya membuatmu lebih kokoh.   Dear Dewi, Kau harus tahu bahwa dunia tidak berputar mengelilingimu. Bahwa hidup tak pernah adil dan hal-hal yang kau inginkan tak selalu datang mewujud di depanmu. Bahkan dunia adalah satu kecelakaan maha besar karena seciprit bakteri iseng keukeuh berkembang biak lalu membuat Bumi berevolusi ratusan juta tahun hingga kita, ras manusia, berdiri tegak mengangkangi seru sekalian alam. Kita tak lebih dari bakteri itu dibandingkan dengan apa yang menyesaki semesta. Apa yang kita miliki sekarang, saat ini, adalah hasil perjuangan kita untuk mendapatkannya. Sesuatu yang tidak kita miliki bisa kita raih nanti, setelah melalui berbagai pertarungan puputan jika kau menginginkannya lebih dari hidupmu. Jika di tengah pertarungan kau kalah, kau harus legawa melepasnya dari genggamanmu. Mungkin belum saatnya kau punya ‘sesuatu’ itu. Mungkin kau belum siap. Mungkin ini, mungki...

Attitude, Anyone?

Image
Courtesy of Lugu Gumilar , disedot pas orangnya lagi makan di seberang meja Hidup bukan sekadar menunggu badai reda, tapi tentang bagaimana menikmati berdansa di bawah hujan - Anonim Duluuu sekali ternyata saya pernah “mencela” teman perempuan yang—menurut saya—cantik, bohay, wangi, menarik dan bobokable. Sempat saya berpikir jika saya diberkahi dengan bentuk bodi mematikan—eh, koreksi, menggiurkan—seperti itu pasti saya akan jauh lebih bitchy dari sekarang dan saya pasti punya lebih banyak piaraan mas-mas baik yang tunduk di bawah kaki saya. Tapi tenyata mentalnya cemen. Cuma segitu aja. Kejadian deh sebaliknya: alih-alih membuat lelaki bertekuk lutut di sudut kerlingnya, dia malah terkuple-kuple mengemis perhatian cowok chauvinis abis yang melumpuhkan fungsinya sebagai manusia karena kemana-mana diantar-jemput, makan dibeliin, cuma cebok aja yang nggak dicebokin. But, hey… mungkin dia senang dibegitukan. Merasa jadi perempuan utama yang berada di daftar teratas prioritas lela...

What I Think When I'm Riding

Image
Gambar nyomot dari koleksi wallpaper, lupa nyedot dari mana Nothing behind me, everything ahead of me, as is ever so on the road  - Jack Kerouac , On the Road Lari 90 atau 100 km/h emang gokil sih. Tapi kalo ada anjing item nyebrang nggak keliatan dan gue telat ngerem, apa kabarnya ya? Must. Resist. To. Crash. On. That. Battered. Truck!!! (kalo nggak gue bakal tetanus, soalnya berkarat semua) Dije jani, kleng? Terpujilah siapapun yang pertama kali punya konsep bikin sate, dan semua orang yang mengembangkan ide itu sampe jadi bermacam-macam. Mereka adalah orang yang pantas menempati surga! Kalau ada. Should there be fourth, fifth, sixth, seventh dimension, how many the invisibles I crash right now? I wonder... Mesti maketin HDD external. Sabar ya, Ndul. Tadi spaghetti-nya Emak enak sekali... He's getting weird by the day, dying and craving for attentions that he didn't get. Poor him. No one told him that he's wrong. Or perhaps they did but he ignor...

Resurrection: Bersihin Kamar adalah Kunci!

Nasihat adalah cara seseorang memperingatkan dirinya sendiri melalui kesotoyannya dalam memandang masalah orang lain. Itu juga kalau dia sadar dirinya bermasalah. Jadi, ketika saya mengetikkan ini, kata pojok kanan atas layar ponsel saya sudah jam 3:29 pagi waktu Ubud dan sekitarnya. Saya nongkrong di lantai teras nan duwingin mampus ditemani suara jangkrik, kodok, dan sesekali lolongan anjing tetangga sementara menunggu lantai kamar kering sehabis dipel. Eh? Dini hari ngepel? Iya. Saya sedang terapi membenahi diri. Karena saya kangen Bu Anggi. Di suatu masa yang rasanya seperti berabad-abad lalu saya pernah diberi wejangan oleh beliau bahwa manusia seringkali dikenang BUKAN dari hal-hal besar yang dilakukannya, melainkan dari tindakan-tindakan remeh yang diperbuat dengan tulus. Dan lagi-lagi kata Bu Anggi, percuma juga mengandai-andai melakukan sesuatu yang besar jika satu tindakan kecil saja gagal terlaksana. Dan entah kenapa saya berasa mak nyos ketika mengasosiasik...

Sekadar Pengingat

Penyair adalah mahluk aneh yang bisa mengubah kopi, rokok, malam dan hujan menjadi larik-larik puisi. Saya bukan penyair. Penulis pun bukan. Malu rasanya mau ngaku-ngaku penulis tapi nggak pernah ada satupun karya yang naik cetak. Kan nggak proven and tested jadinya. Nggak kayak temen saya Elia Bintang yang diam-diam sudah bikin 3 novel. Iya, TI! GA! Tapi saya pengen bisa nulis kayak dia, konsisten dan punya napas panjang, telaten ngetik dan baca, dan sabar menjalani proses dari awal hingga selesai. Tapi gini deh, tak kasih ilustrasi: bagaimana rasanya kehabisan bensin di tengah jalan yang tepian kanan-kirinya cuma sawah dan purnama dini hari telah tergelincir turun menunggu aplusan dengan matahari? Buat yang suka parno sama benda-benda tak kasat mata sih pasti bakal bete. Saya? Ya paling minggir, nyalain rokok, poto-poto jika baterai di kamera ber-hp (eh, kebalik ya?) masih cukup atau kebetulan bawa powerbank sambil nunggu pagi dan nunggu orang baik lewat untuk membelikan say...

Time Stands Still

Image
Picture taken from  here . Real generosity towards the future lies in giving all to the present. -  Albert Camus . So, what are we? Sleeping mates. What else? You sure? Yes. Great. You answer my needs, then. Glad to hear that. But do you need me as I need you? I don't know. Why? Well... I don't need people that much. I am self-provided. Seriously? Yes. But why did you say yes? I don't know. Maybe I'm just lonely. Same here. It takes one to know one, you see. But... Hey, it's okay. I take you as a gift. Why? Because first, it's fun to be with someone who knows and accepts me for who I am. Second, it's great to have a hug or two by a friend. Third, well... because you listen.  That's it? Yes. So where's the "gift" part of me, then? Let me put it this way: have you ever been to the point where you don't need anything anymore? When you fee...

Catatan 1: Chance, Anyone?

Image
Universe is never kind, nor just, nor gentle, nor evil. Whatever happens, it is its way of balancing to its equilibrium.  Percaya kebetulan terjadi untuk suatu alasan? Saya nggak. Kadang apa yang dinamakan "kebetulan" hanya sekadar hal yang emang udah jatah saya buat ngalamin. Termasuk di dalamnya adalah keberuntungan dan keapesan.   Lalu permohonan yang nggak sengaja terucap dalam hati pada November tahun lalu berbuah tiket pesawat hari Sabtu nanti. Di tengah siklus banjir beberapa tahun sekali yang melanda Jakarta dan sekitarnya saya harus berbenah, memasukkan hidup yang selama ini saya jalani agar muat ke dalam satu ransel (dan satu tas selempang).  Saya nggak mau membebani mbak-seksi-ibu-tunggal yang akan jadi tempat saya menumpang nanti. Jadi, apapun yang terjadi semoga posting kerjaan lancar mampir ke surel supaya saya bisa bantu-bantu bayar tagihan listrik. Kalau nggak betah, Jawa dan seisinya juga nggak bisa menolak saya jika ingin balik lagi. Buk...

It's Just Me Talking to the Mirror

Every (wo)man is for him(her)self. Nyet… Ya? Gue mau cerita… Ya udah. Cerita aja. Emang pernah gue larang? Dan gue nggak mau pake kaidah kebahasaan yang baik dan benar. So? Dan gue juga nggak peduli peraturan kerahasiaan, ketelanjangan transaksi informasi di internet, UU ITE, freedom of speech, demokrasi, dan semacamnya. Going bareback? Definitely. And highly politically incorrect. Ok. Shoot. Jadi ceritanya gue supercapek. Udah tau. Siklus kan? Iya. Tapi yang ini beda. Mungkin karena elu menua. Lantas? Ya… nggak lantas-lantas. Gue mau maki-maki. Elu tuh kebanyakan pembukaan. Jadi cerita nggak sih?! Kalo nggak jadi mendingan gue boker nih! Ya jadi. Tapi gue bingung mulai dari mana. Yang gampang, yang paling mengatur kemaslahatan dan mobilitas elu: duit. Oh, iya. Gue sebel tuh. Berbulan-bulan invoice gue nggak cair-cair. I can barely living. Dan email dari si bos ke orang yang ngasih kerjaan juga nggak dibales-bales. Tapi terus si bo...

In Caffeine We Trust!

Image
Once upon a loaded Ulee Karaeng, fresh from Aceh. Oh, how I love Indonesia... Three things that I want to be strong and durable: my man (when I have one), my booze, and my coffee. Entah kapan saya mulai suka kopi. Sejak Mbak Bule klien saya dari Belanda memperkenalkan cara menyiapkan kopi dengan direbus, saya mulai maniak kopi hitam tanpa gula. Rasanya menyegarkan. Beneran deh. Tapi saya nggak percaya bahwa kafein penyebabnya. Karena campuran satu mug air mendidih dan dua sendok makan kopi yang saya aduk sampai rata itu sering saya sruput panas-panas sampai ujung lidah menghitam. ITU yang bikin segar. Saya sempat berpikir bahwa nutrisi saya sehari-hari dicukupkan dengan bergelas-gelas kopi pahit-hitam-panas-mengepul dan rokok. Lupakan lotek, lupakan mie ayam dan gado-gado. Saya bisa hidup tanpa mereka namun melemah tanpa cairan pekat berkafein. Sampai ketika saya bekerja di pabrik topeng nan santai dengan celana pendek dan kaos oblong mengharuskan saya melek seharian dan be...