Posts

Showing posts from January, 2006

Taek Kalian Semua!!!

Duh, 2006 ini. Meskipun baru 17 hari berlalu rasanya seperti naek roller coaster spiritual puluhan tahun. Nggak cuma perut yang diguncang, tapi juga benak dan akal. Jiwa juga. Semuanya. Keseluruhan seorang Pit (kalopun memang orang) yang nggak ada setai-tainya di dunia maha luas ini. Ah, jaman instan. Harusnya gwa nggak usah heran. Wong makan malem komplit aja bisa tersaji dalam hitungan detik, kenapa pemahaman nggak?!

Berawal dari datangnya 'a long-lost brotha' yang menghilang (hampir) tanpa jejak selama enam tahun. Tanpa sadar dia adalah pembuka kunci ke sebuah tempat yang nggak terjangkau bahkan dengan akal sehat sekalipun, where things happened for some unexplainable reasons.

Setelah physically dia pergi baru gwa tahu kemana dia bakal bawa gwa, melalui komunikasi per telepon ketika SMS kirimannya lama sekali tidak berbalas. Nggak tanggung-tanggung, gwa harus mendengarkan gempuran yang meluluhlantakkan semua rasio dan kerangka yang selama ini ada di benak gwa yang mahacupet. …

Phew!

Akhirnya... tugas yang nggak begitu berat itu selesai sudah. Nggak begitu berat memang, cuma salah satu tugas dalam hidup. Cari duit.

Ngomong apa sih?!

Akibat gwa dapet kerja kayak gini, mata dan hati gwa jadi lebih terbuka meski bagi sebagian orang mungkin nggak penting. Gwa jadi lebih memahami, mengerti, memperhatikan... merasa. Padahal hanya pekerjaan sehari-hari (yang sering gwa sebut sebagai 'melacur': menjual kemampuan otak dalam menerjemahkan bahasa asing ke bahasa gwa dan orang-orang senegara). Tapi imbasnya dahsyat!

Tentang orang-orang di negeri antah-berantah bernama Palestina. Bagaimana mereka mempertahankan tanah yang nggak seberapa itu dari renggutan Zionis Israel yang anteknya menyusup ke seantero jagad dan menguasai sektor-sektor penting seluruh dunia. Bagaimana mereka harus merelakan harta, benda dan nyawa direnggut paksa demi sebuah bangsa yang--dengan membawa kitab suci mereka--menuntut Tanah Yang Dijanjikan sebagaimana tertulis disana.

Buat gwa hal ini amat sang…

A Humble Gratitude

Hey there. Just dunno what to think and to say. U've let me mblandhang all these times. Then suddenly U've sent two guardian angels in human form to look after me. Shocking.

Where have they been when I was bleed and wounded? Where did U sent them when I feel like drowning all alone, gasping for air, reached nothingness then 1,000-feet-from-the-ground freefalling with a hard touchdown and flatnosed?

Was I blind not to notice their existence? Was I closing down all of the senses, the most delicate one, that U've been blessed in all of U'r creations?

I dun speak Ur language, being all speechless, fucked up and such. But I know U're Forever Knowing, Seeing, Understanding... Loving.

Thanx for those Guardian Angels, anyway.

ps: duh, Gusti. Pengen nangis berember-ember rasanya... Kamu baik sekali sih!
(peluk-peluk Tuhan)

soliloquy

Udah tahun baru lagi. Dua minggu yang lalu umur gwa nambah lagi.
...sementara gwa pengen waktu berhenti...

Bullshit!

Gwa punya temen yang benci dengan Desember.

"Kenapa?"

"Karena Desember berarti akhir. Dan gwa benci akhir. Gwa benci ketika pertunjukan usai dan rasa senang itu hilang."

"Tapi nanti kan Januari lagi. Awal yang baru lagi. Kesenangan yang baru lagi."

"Ya kalo emang seneng. Kalo menderita? Tiap Desember berarti satu tahun lagi kenangan."

"Kalo gitu, lu mati aja. Jadinya lu dikenang, bukan mengenang. Ini cuma masalah kalimat aktif dan pasif aja kan?"

Sesederhana itu.


How happy is the blameless
vestal's lot
the world forgetting by the world
forgot
eternal sunshine of the spotless
mind
each prayer accept and each wish
resign'd

[Alexandre Pope]

Mari berjuang untuk tahun yang nantinya berlalu lagi...