Posts

Showing posts from November, 2011

Tentang Menjadi (Pemberontak) Perempuan

Image
PENYANGKALAN:
Tulisan ini sangat subyektif sekali. Akan ada banyak kata-kata yang bikin kuping panas. Sebaiknya berdoa dulu kepada Tuhan masing-masing menurut kepercayaan sendiri-sendiri. Kuatkan tekad untuk selalu dilindungi dari apa-apa yang membahayakan kesehatan jiwa, raga dan kemapanan diri. Sudah? Silakan membaca. Jika belum, lebih baik ditutup saja dan sana jalan-jalan ke tempat lain.




Jadi perempuan di Indonesia emang susah-susah gampang. Banyak susahnya daripada gampangnya. Gue ngalamin sendiri. Cuma karena gue lebih milih rambut pendek, pakaian nyaman dan ke mana-mana tanpa makeup, seringkali orang melabeli gue tomboy atau bahkan lesbian. Hanya karena gue ngomong blak-blakan kalo gue nggak suka sama sesuatu dan lebih sering pake logika ketimbang perasaan, mereka bilang gue laki-laki yang terjebak di badan perempuan. 
Itu belum apa-apa.
Dari pelosok Pemalang gue kenal perempuan umur dua dua dan putrinya umur tiga. Usia empat belas dia dinikah. Waktu selaput daranya dikoyak, dia…

Yo, Bro! Don't Get SickO!

Image
Bayangkan: negara dengan jaringan rumah sakit yang satu sama lain terhubung melalui asuransi dari penduduk yang membayar premi. Sebagaimana iklan-iklan yang sering kita dengar dan lihat di televisi (atau ketiban apes menanggap agen berprospek), kita tidak pernah tahu kapan kesialan melanda. Misalnya, sudah terlanjur menjalani hidup sehat, olah raga secara teratur, asupan makanan pun diperhatikan, tidak merokok atau minum minuman yang mengandung alkohol dan soda, tapi mendadak dua jarimu putus terkena gergaji kayu. Atau ternyata dokter bilang kamu kena kanker stadium awal dan harus segera dilakukan tindakan agar penyakit tidak menyebar ke mana-mana. Asuransi menjawab semuanya, menyediakan pelayanan medis dan membayar pengobatan yang dibutuhkan. Kedengarannya keren ya. Namun bagaimana jika semua itu tak lebih dari satu bentuk penipuan besar-besaran dan terorganisir?

Michael Moore membedah semua busuk layanan kesehatan dan asuransi di Amerika di film berdurasi dua jam lebih sedikit berj…

Tentang Hantu di Sudut Pikir

Ia meringkuk di pojok, lutut sejajar dengan telinga. Sepasang tangannya memeluk betis dan wajahnya nyaris tak terlihat tertutup rambut. Namun aku tahu ada sepasang mata menatap galak menghunjam punggungku yang duduk membelakanginya. Sudah tiga jam terakhir ini dia ada di situ, tak bergerak. Tapi matanya mengikutiku ke manapun. Menonton, membaca, menyeduh kopi, hingga aku masturbasi.

"Kau tak lelah begitu terus sedari tadi?" Aku bertanya dengan suara yang-sebenarnya-tidak kuusahakan bernada keras. Entah mengapa malah menggelegar mengisi ruangan dengan frekuensi kemurkaan meruap hingga ke langit-langit. 

Seonggok sosok yang tidak penting-penting amat itu akhirnya bergerak dengan bunyi gemerisik halus. Mungkin merasa tak nyaman atau bosan.

"Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu," ia menjawab. Suaranya sedikit menggema dan jauh, seperti datang dari sumur kering tak berdasar.

Dudukku menegak. Berani sekali! Tanpa pikir panjang kuhampiri dia, sepucuk kehinaan …