Posts

Showing posts from December, 2011

I've Got The Power!

Kamu tahu nggak bahwa tirani kekuasaan bisa didapat dari mikrofon kancing? Kalo nggak percaya, pantengin televisi dan cari program talk show yang berbalut lawakan atau minimal yang presenternya pelawak kelas dua. Atau untuk lebih jelasnya, cari deh berita tentang keplesetnya salah satu pembawa acara merangkap penghibur--entah siapa yang dihibur--yang menjadikan perkosaan sebagai bahan tertawaan.

Nggak hanya itu. Di acara-acara offline yang ada MC-nya saya sering mendapati si pemegang mikrofon ini menyalahgunakan kekuasaannya dengan mengolok-olok penonton yang harus naik ke atas panggung. Misalnya dengan mengatakan "Wah, pegangan. Gempa nih!" waktu yang dipanggil ternyata bertubuh besar. Atau "Cieee... baju masa kini, muka masa gitu?!" ketika si 'korban' ternyata dandanannya oke banget tapi giginya tonggos. Dan ini salah satu alasan saya untuk males ikut games di acara-acara kayak gitu meskipun hadiahnya bikin liur menitik. I'm through being a laughings…

Surat Untuk Yang Wafat

I don't think you trust in my self-righteous suicide
... and I cry when angel deserves to die.
-  Chop Suey, SOAD
Hey Lae,

Gue kenal elu dari berita, waktu elu ikut jejak Thich Quang Duc si biksu Vietnam Selatan yang laku obong karena memprotes kebijakan pemerintah tentang penyiksaan rekan-rekannya taun '63. Nggak lama, Berita tentang elu lalu tergusur hal-hal lain yang nggak menyenangkan, yang beberapa diantaranya mungkin jadi salah satu alasan protes lu di depan istana itu.

Seminggu kemudian gue denger elu mati, juga dari portal-portal berita, dari tulisan orang-orang yang nyinyir, yang sok tau dan sok asik ngebahas elu pake gaya komentator sepak bola. Elu rame jadi omongan orang, online dan offline. Lu nggak tau sih, gimana mereka yang bahkan nggak kenal elu bisa mati-matian belain apa yang lu lakukan. Sementara yang otaknya kerasukan Tuhan menuduh elu nggak menghargai hidup dan menyia-nyiakan berkah berbentuk otak encer dan muka ganteng yang berujung pada 98% luka bakar d…

Re: defined

Define Marriage: the ever-improving art of bullshitting the girls to walk into a deathtrap to ease the boys when they're hungry or horny in the middle of the night.

Define wedding: the event where you can smell the flowers of your own funeral.

Define wedding ring: the smallest handcuffs in the world to tie down and box up the whole aspects of your life.

Define wedding vow: the sweetest words of the serpent's tongue in your Garden of Eden that will make you lose your innocence. And I haven't gone to the bed time part.

Define husband: The One Who Holds Your World, Your Life, Your Decision; The Almighty, The Ruler, The Breadwinner, The Righteous, The One Who Must Be Obeyed, The Smartest, The Highest. Okay, are we done?

Define in-laws: the additional problems you desperately need. Like a bullethole to your head and a bicycle to a fish.

Define household: 21st century slaughterhouse for your dream and the most sophisticated, legalized and institutionalized sweatshop even if …

Immi Sayang…

Halo, Immi!

Aku denger kamu mau sekolah ya? Aku jadi inget waktu pertama kali aku pakai seragam putih-merah. Cupu abis. Aku kayak bayi besar. Aku nggak TK, jadi langsung masuk SD. Kata ibuku, di TK cuma diajarin makan sama nyanyi. Di rumah juga bisa. Dan waktu ibu sadar semua teman sepermainanku—yang rata-rata lebih tua—sudah mau masuk sekolah, ibuku rada panik aku nggak punya teman. Makanya aku disekolahin aja, jadi murid paling bongsor dengan umur paling muda di kelas.

Immi udah bisa baca? Waaah. Keren. Mommy dan Daddymu hebat banget tuh, kamu kecil-kecil udah bisa baca. Aku kenal Daddymu lho dari blognya. Dulu banget aku suka baca. Terus berenti gara-gara aku suka sirik, haha! Abis Daddy kamu kalo nulis bisa bagus banget gitu, pake bahasa Indonesia maupun Inggris. Dari tulisannya juga aku tau kalo Daddymu orangnya jujur, tegas dan baik. Makanya dia bilang kalo dia sakit di calon sekolah kamu. Sayangnya calon sekolah kamu nggak sebaik dan sejujur Daddy kamu.

Immi,

Aku sedih kamu d…