Posts

Showing posts with the label The One-Day-One-Post

Day 4 - H O P E

Image
Bad men need nothing more to compass their ends, than that good men should look on and do nothing. Edmund Burke Eh, coba ya sekali ini nurut sama saya. Itu paket data bukan mantan terindah, nggak usah disayang-sayang. Tunyuk tombol "play" di YouTube tautan saya di atas dan baca post ini sambil dengerin. Tapi videonya juga bagus kok kalau mau lihat, nggak rugi. Nggak kayak yang itu, yang kamu udah usahain, kamu udah perhatiin, kamu jagain, terus ternyata dia pergi sama yang lain dan kamu ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Janji. Saya nggak sejahat itu. Makanya. Sekaliii aja, nurut sama saya. Ya. Mau ya. Please?    Jadi... Ternyata berkomitmen itu sulit, meskipun komitmen ecek-ecek nggak kredibel semisal OPOD--one post one day--berbahasa Inggris yang sedang saya terapkan pada diri sendiri saat saya menginjakkan kaki di Pulau Sumatera. Sebulan lalu. Meninggalkan separuh nyawa yang melekat pada lima anak-anak kaki empat semua. Mereka dirawat dengan baik oleh peng...

Day 3 - Seven Deadly Sins

Image
Character created by Marija Tiurina Since my first inception, seven has been my lucky number. I guess. Like, when I was hanging on a thread because of my mother’s immature labor when her water broke with 28-week me inside, in which I had to spend 10 days being radiated in an incubator like a chick. Being fed mashed banana and water by my Granny when I wasn’t even 24-hour. And still having a blast, 30-something years later. And then everything just rolled from there.  As I grow up, my life has been nothing but the episodes of full-blown cardinal sins that start from my ears, to my heart, over my mind, and run their courses through my veins. And as I stranded here with nothing to do but making syllabus an d preparing my next teaching material, I’ll be a good girl and uncover them one by one.  So, forgive me Father for I have sinned…  Character created by  Marija Tiurina The place was Mandala Krida, Jogja (again), where I watched Helloween conc...

Day 2 - A B S O L U T I O N

Image
Taken from SUN Project . Check it out, they're so cool! And don't forget to support them on Patreon   You call it Absolution while I say it a consequence. Same difference. But let’s agree that it refers to one thing: what goes around comes around. That simple. My Absolution came when I signed the contract yesterday. For a month, I’ll be tied and bound here on the edge of (the so-called) urban civilization, where Alfamart and Indomaret are three-hour drive through sharp turns and rough lanes with the ocean as the roadside attraction. My feet will be planted deep on the place where I could see Bali cow stampeding on my backyard and a bunch of noisy swallows flying high and low on my front yard. Not to mention the cubic, windowless, Soviet-esque buildings that pop out like sore, pixelated thumbs. But those twinkle, twinkle little stars soaring high at night are the done deal. So, how could it be an Absolution when I don't have to suffer, my room is neat and cle...

... And I'm Moving On...

Image
Words adjusted from Serenity Prayer , the strongest mantra I've ever encountered    So, how do you see yourself when you've been forcefully yet consciously uprooted from the "home" you've known for the past five years? It's strange. But you need it the most--eventually--to save yourself from the stupid, monotonous insanity. I've been--just like any other person living and breathing--on a rollercoaster ride of emotions, while staying in another city, in another island. It's an overwhelming package full of new people from the uncharted waters that I've never known existed. Many times that all I could do was just inhale deeply. But it's all fun and games. Somehow.   I pulled myself together and picking up the pieces that I have left in my attempt to emerge from the blinding darkness while trying to taking in so much more. It's been so cold and dark down there, but my furry angels--the ones I thought I've rescued but in th...

W O R D S

Image
Gambar diambil dari sini . Kenal Lolo Ferrari ? Dia mendiang, pemilik nenen terbesar di dunia menurut Guinness Book of World Records versi Perancis. Tumbuh sebagai gadis cerdas dan cantik ternyata tidak membuat hidupnya berhasil, apalagi bahagia. Ibunya punya mulut yang jahat sekali. Lolo kecil yang manis sedari kecil selalu "dituduh" sebagai bocah bodoh dan jelek, yang nanti hanya akan berguna sebagai tukang mengosongkan pispot. Saya membayangkan menjadi Lolo (bahasa slang Perancis untuk menyebut payudara), menatap citra diri sebagai anak lusuh dan menyakitkan dipandang mata, tidak berguna, dan jadi beban hanya karena IBUNYA YANG BILANG BEGITU. Saya juga membayangkan menjadi sang ibu. Memiliki suami yang tingkat chauvinisnya kebangetan, terang-terangan selingkuh di depan mata sementara dirinya harus repot mengasuh empat anak sendirian tanpa bisa berbuat apa-apa. Walhasil, dengan ketidakberdayaan seperti itu, hanya anak-anaklah tempatnya melampiaskan kekecewaan. Anak...

Kurban, Anyone?

Image
Gambar diambil dari sini . Semua ini gara-gara ada anak yang terlalu nakal sampai bapaknya ingin menyembelih… - Kakek Botak Penggerutu yang keberisikan akibat TOA masjid bertakbir keras-keras tanpa henti Halo! Sudah habis berapa tusuk sate kambing dan berapa mangkuk gulai sapi? Sudah cek kadar kolestrol? Atau sudah terlanjur pusing di bagian belakang kepala dan tepar nggak bisa ngapa-ngapain? Kalau belum, mari saya bikin pusing sedikit. Jadi ini sebenarnya kegelisahan saya setiap Idul Adha menjelang. Saya terganggu dengan tontonan brutal di lapangan-lapangan masjid berupa penyembelihan hewan kurban. Waktu saya kecil dulu saya pernah disuruh—entah Budhe atau Pakdhe, saya lupa—ikutan nonton juga. Walhasil saya nggak berani tidur malamnya karena masih terbayang mata—yang menurut saya—sedih para embek dan sapi yang menanti ajal di pisau jagal. Atas nama simbol bagi ritual agama. Kemarin sembari takbir berkumandang di masjid dekat rumah Bu Anggi saya lihat ada salah seorang y...

About Time, About Life

Life is life, fight for it…  Sesiangan sampai malam kemarin ada berita hoax tapi manis yang menuduh saya berulangtahun. Saya sih cengar-cengir aja. Itu hoax ulangtahun kelima dalam setahun ini, dan sebagaimana hoax pada umumnya, nggak ada satu pun yang benar. Saya jadi ingat paket berisi kaos yang saya kirim ke seorang sahabat. Dia bertanya-tanya sendiri karena tumben-tumbenan saya ngasih dia sesuatu. Wong biasanya dia terus kok. "What was that for?" suaranya terdengar bingung di telepon. "Consider it a late birthday present. Waaay too late," jawab saya. Ya gimana nggak telat, wong ultahnya Mei tapi saya baru ngasihnya Oktober! Haha! "But I didn't do birthday anymore since last year," sahutnya. Saya tertawa. "But why?" tanya saya lebih lanjut. "I want to freeze the time…" Jawabannya membuat saya ngakak jaya. Memangnya dia siapa bisa membekukan waktu? Tapi gara-gara hoax kemarin itu saya seperti dipaksa untuk mikir...

Oh, Jakarta!

Image
Gambar diambil dari sini . Ini Jakarta, kata lain untuk Necropolis, tempat bersemayam manusia-manusia tanpa hati dan tanpa kemauan berpikir… Saya mau cerita tentang beberapa minggu lalu di Pasar Rebo… Awalnya adalah ajakan "kencan" bapak beranak satu di sudut Bogor. Karena saya buta daerah situ, ya saya ajak "pemandu pribadi" saya yang hampir seumurhidup bermukim di Ciawi. Setiba kami di sana, kami cekikikan seru sekaligus takjub melihat bayi lelaki umur tujuh bulan sedang berenang di kolam plastik. Nggak berasa sudah malam. Menembus gerimis saya diantar ke Baranangsiang sama Mas Pemandu merangkap ojek. Fuck! Bus AC ke Lebak Bulus atau ke mana pun sudah nggak ada. Walhasil naik yang bukan AC. Sudah jam sembilan lebih, saya agak khawatir. Bukan apa-apa, saya agak-agak parno dengan angkutan publik yang nggak familiar. Udah sering ngalamin mulai dari yang digrépé, diajak ngobrol mesum, sampai dicopet. Tapi sebagai perempuan mandiri (cieee…) ya saya harus be...

Revenge, Anyone?

Image
Gambar diambil dari sini . Living well (and happy, for sure) is the best revenge  - George Herbert (1593-1633), an English poet, orator, and an Anglican priest. Dalam risalah Muhammad SAW dikisahkan betapa tabah manusia pilihan itu menerima lemparan kotoran di wajah. Dalam kisah Katolik pun diceritakan betapa Yesus bersabar memberi pipi kirinya saat yang sebelah kanan ditampar. Hampir selalu kedua dongeng ini didengungkan ketika berhadapan dengan orang meyimpan dendam, seakan menjadi manusia dengan kestabilan emosi luarbiasa semudah contong ini memaki “ fuck you! ”. Sini saya beritahu: kamu nggak harus begitu. Sebagai manusia biasa sekaligus perwujudan hasil evolusi terbaik dan paling pungkas, kita punya yang namanya mekanisme pertahanan diri ( self-defense mechanism ). Nggak hanya berupa bunyi berisik dalam perut saat lapar atau reflek menarik tangan dari panci panas yang sangat fisiologis, secara psikologis pun kita punya mekanisme tersebut. Beberapa luka mental d...

Tentang Ibu Lagi

Image
Anakmu bukan milikmu Mereka putra-putri yang rindu pada diri sendiri Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau, Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu. Berikan mereka kasihsayangmu, tapi Jangan sodorkan bentuk pikiranmu, Sebab mereka punya alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya, Tapi tidak untuk jiwanya, Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, Yang tiada dapat kau kunjungi meskipun dalam impian. Kau boleh berusaha menyerupai mereka, Namun jangan membuat mereka menyerupaimu. Sebab kehidupan tak pernah berjalan mundur, Pun tidak tenggelam di masa lampau. Kaulah busur, dan anak-anakmu  Adalah panah yang meluncur… - Kahlil Gibran Waktu ngetik ini saya sedang kenyang jiwa-raga. Pagi saya terbuat dari tidur nyenyak semalam, nasi goreng bikinan Bu Anggi berbasuh teh manis panas buatan Babab. Sebagai anak jarang pulang dan ( keukeuh ) tinggal sendiri, hal-hal seperti itu yang terkadang bikin melankolor di kamar kos. Apalag...