Posts

Showing posts from March, 2013

Karena Memaksa adalah Kejahatan!

Image
Video di atas itu aneh karena bisa bikin emosi saya campur-aduk sampai mirip muntahan kucing. Ya gimana nggak? Ide kampanye pencegahan perdagangan perempuan di Eropa terjewantahkan dengan teramat sangat keren di situ. Tapi menit ke-1.24 saya hampir menangis. Miris.

Saya nggak menutup mata. Beberapa hal yang sulit dilakukan memang ada: ngarep, menyuarakan pendapat berbeda, merebut apa yang menjadi hak, dan membantu yang kesusahan. Sulit, tapi nggak mustahil.

Dan suatu hari saya ketanggor tulisan seorang emak-emak bule funky berputra dua. Namanya Magda Pecsenye. Kamu bisa longok twitternya di @AskMoxie. Dia menulis surat untuk para permata hati dengan bahasa sederhana namun pikiran aduhai terbuka. Saya takjub. Bukan karena dia bule, bukan karena dia tinggal di Ann Arbor, Michigan, Amrik. Tapi karena dia berusaha mencegah anak-anaknya menyumbang masalah terbesar dalam peradaban manusia: pelecehan hingga perkosaan pada perempuan. Ini saya terjemahkan buat kamu yang terkendala bahasa tapi…

Catatan 3: About A Place

Image
Sometimes you want to go where everybody knows your name
- Lagu pembuka serial Cheers yang jaman kecil dulu sering saya tonton
Pernah dejavu? Berasa kayak udah pernah ngalamin kejadian yang pas saat itu dialami? Selama di Bali sini ya saya kayak dejavu gitu. Berasa nggak kemana-mana, padahal udah nyebrang laut dan pindah pulau.

Kok bisa, Pit?

Jadi gini…

(Siap-siap. Akan selalu ada cerita panjang setelah “jadi gini…”)


Tahu kan kalo sejak Januari pantat saya ada di Bali? Nah, beberapa hari setelah puas gegulingan sama bocah monster gundul-gendut-unyu, anaknya ibu asuh saya nan seksi dan baik hati, seorang mbak baik yang sudah duluan “buka jalur” di sini ngajak saya ke satu kedai kopi. Namanya Kopi Kultur, gampangnya ya KK. Dia langsung ngenalin saya ke semua orang yang ada di sana, mengaku sebagai pengungsi banjir dari Jakarta yang menyelamatkan diri ke Pulau Dewata. Saking buwanyaknya orang, saya cuma ingat mas kucel bermata panda dan berambut agak gondrong yang hampir put…

Parenting, Redefined

Image
Orang tua terkadang lupa bahwa mereka juga sempat menjadi anak.
Entri ini diketik beberapa jam setelah saya SMS-an sama Babab, barengan Galagher bersaudara yang lamat terdengar namun terkalahkan desing angin Kesanga lewat tengah malam di pelosok Bali. Iya, si Babab, bapak saya itu, mak bedunduk ujug-ujug tanya kabar apakah saya baik-baik saja. Padahal biasanya iseng SMS cuma laporan ada kerabat atau tetangga meninggal, atau sedikit bergosip kalau dia sedang motret nikahan siapa gitu. Atau mungkin itu pertanyaan titipan dari Bu Anggi yang suka belagu nggak mau berkabar duluan. Hihi.

Ibu dan Babab itu pasangan ortu unik. Mereka terkadang sering jaim karena hubungan kami dibilang jauh ya dekat, dibilang dekat ya nggak begitu juga. Tapi mungkin memang begitu ya hubungan ortu-anak yang sudah bersama puluhan tahun dengan bocah-bocah yang mendadak membangkot (tapi nggak kawin-kawin =P). Mereka sudah los aja, mempercayakan semua pada kebaikan semesta—yang nyatanya juga nggak baik-baik amat—da…