Moments to Remember

Seorang ibu funky yang membesarkan anak-anaknya sendirian sedang menikmati liburan, duduk di tepi taman padat pengunjung dan menunggu buah hati berputar-putar dengan binatang tunggangan, mengenakan halter top berpunggung setengah terbuka, merokok dan tertawa bersama perempuan lainnya, mengudap penganan ringan pengganjal perut sesaat, menyantap es krim di terik matahari dan merasa semua baik-baik saja, terlepas ada beberapa pasang mata lelaki melotot menatap kulit putihnya yang terbuka. Layaknya mercu suar di tengah kabut laut, kami berbeda di gerumbul keramaian berkomposisi default: ibu, ayah, anak-anak, kakek-nenek.

Saya tersanjung terlibat dalam pengalaman paling intim, dengan rasa yang juga sangat intim ini: berbagi kasih sayang dengan orang-orang terdekatnya.

Dan laki-laki yang ada di lingkaran kami hanyalah seorang bocah tengil ganteng usia delapan yang bahkan nggak ada satu penculik pun yang mau saking tengilnya.

Mudah-mudahan saya akan sering kembali dan mengitik-itik perempuan kecil lain yang ekspresinya seperti selalu berpikir dengan alis yang bertaut itu...

(=



ps: makasih ya Mih...
pps: boker sambil baca sambil ngerokok sambil ditemenin Mix Max Vodka waktu sakit perut mendera akibat alergi kepiting itu lumayan menyenangkan.

Comments

mBu said…
liburan, pito? sudah semakin ringankah segala beban di pundak dan kepala?
mira said…
Masih pusing mikirin jawaban ke si tengil soal protesnya bahwa pake tanktop itu adalah tindakan porno aksi. O ya bangun tidur Drea udah tanya: "kapan Tante Pito kesini lagi?"
human wannabe said…
OmBu:
Still, the burden is there all along. I just find sumthing to take it off my mind a little (=

Mamih:
Aw...
*terharuw*
Ntar deh tantenya mikir2 dulu biar kalo ktemu dan ada pertanyaan kek gitu lagi udah siap amunisinya.
Duw.. Drea...
Bi[G] said…
mamih kulitnya putih terbuka?
*mencoba menangkap derau*

Popular posts from this blog

Tentang "Dikocok-kocok" dan "Keluar di Dalem"

Semacam Acak

Cerita Akhir Pekan