Nggambleh!

"Idealisme akan mati di usia tigapuluh!" kata manusia hitam kurus bermata besar dan agak bungkuk itu ketika kita lagi ngumpul bertiga di bunderan sebuah kampus dengan lampu kuning kunyit yang menyakitkan mata.
Yeah, rite.

Mengingat kebiasaan gwa yang amat sangat tidak sehat (smoking like sepur, ngopi a la dukun, makan jarang dan tidur kurang tapi doyan jalan kaki), seorang teman pernah memprediksi umur gwa ga akan sampe 30. I don't know either to laugh or to weep. Beruntunglah orang yang mati muda, kata Gie.

Que sera-sera aja lah. Whatever will be, will be. Mau mati umur 30 kek, 100 kek, atau besok pun gwa kan ga akan bisa ngajak malaikat pencabut nyawa ngopi sambil ngobrol-ngobrol dulu untuk suspend my death-time...



[ How sweet it is just to stop here and let the good things I've done be remembered...]

Comments

dodi said…
bagaimana kalau dia engga suka kopi?
andry said…
busyet, gw ngerokok. ngopi sampek nyetet, makan nggak ngemil iya, tidur gaya bohemian...

apa gw 3 taon lagi nyusul Gie hiatus di surga?

ih emoh lah.. jiwaku berontak kalo dipaksa 3 taon lagi mati !
pembaca setia said…
usia tigapuluh yak ... :)

Popular posts from this blog

Tentang "Dikocok-kocok" dan "Keluar di Dalem"

Semacam Acak

Cerita Akhir Pekan