Posts

Kehilangan dan Melepaskan

Image
Pernah kehilangan? Saya pernah. Berkali-kali. Rasanya seperti ada benda tak kasat mata yang lama tertanam dan mengakar lalu tercerabut dari tengah dada, membuat sesak napas karena hanya menyisakan kekosongan hampa udara. Tidak menyakitkan, karena tidak ada nama yang mampu mendefinisikan rasa melebihi ‘sakit’ ketika hal itu terjadi. Pokoknya, nggak enak sama sekali. Taukah kamu apa yang tercerabut itu? Hati, yang sama tak kasat matanya dengan oksigen namun diperlukan untuk memanusiakan manusia. Bukan hati yang sering disamakan dengan jantung pemompa darah, hati yang ini mewujud pada benda kesayangan, binatang peliharaan, orang terkasih, teman terdekat, apapun yang menjadi object of affection. Saya bicara tentang keterikatan, tentang waktu tak sebentar, tentang usaha tak sedikit dan tentang kesabaran luar biasa untuk membiarkan keterikatan itu tumbuh. Dan yang paling mendasar adalah menjadikan ‘sesuatu’ itu sebagai sebuah pengingat akan siapa diri kita. Dengan kata lain: eksistensi. Kare...

The Beginning

Image
Malam minggu ini saya habiskan dengan memaksa dua belas cowok lucu-baik-asik-tapi-dekil untuk mengernyit di depan selembar kertas berisi empat cerita singkat berbahasa Inggris. Mereka kawan belajar saya di SERRUM Saturday English Class dan diadakan untuk pertama kali, malam ini. Kebetulan, saya yang harus transfer apa yang saya tau tentang Bahasa Inggris, dan mereka yang jadi korban. Begitulah. Kelas kami mengambil tempat di galeri pameran. Papan tulis putih digantung menutupi salah satu dinding tempat komik-komik Eko ditempel. Kursi dan meja disusun membentuk hurup U bersudut yang terbuka menghadap saya. Dan kami pun mulai belajar jam setengah delapan dari jadwal jam empat sore. Sungguh tipikal kelas saya, ngaret! Haha! Bukannya saya nggak setia sama BHI English Club atau anak-anak jalanan di SALUD dan membelot ke SERRUM. Sama sekali bukan. BHI English Club sedang hiatus dan program di SALUD kebetulan sudah selesai (meskipun laporannya belum juga saya bikin. Maap ya Bang .. Gun ... ...

Kudos to Tante Em!

Image
Seorang perempuan luar biasa menulis tentang anjing tepat pada tanggal 15 Desember di blognya, sesuai janjinya pada saya beberapa minggu lalu. Saya menjulukinya Superwoman, diam-diam. Jepang menjadi tempat tinggalnya selama lebih dari satu dekade. Mengajar, mengurus anak dan suami, mengurus rumah, namun masih sempat berbagi pada saya melalui entri-entrinya yang di-broadcast ke seluruh dunia maya. Belum genap setahun saya mengenalnya. Pertama melalui komen-komen di blog beberapa teman, kemudian saling bertukar ID YM. Tante cantik ini selalu menyapa saya dini hari, menemani malam-malam panjang saya ngelembur di pabrik topeng. Hangat dan menyenangkan bicara dengannya. Tentang hidup, tentang sepi, dan tentang laki-laki. Dia memaknai teman sebagai pelipur kesendirian dan penghapus rindu akan tanah air. Meskipun membawa dua jagoan kecil yang lucu-pintar-ganteng, dia lepas seperti merpati. Tanpa sungkan bertanya pada saya dimana dia bisa mendapatkan bir di pusat jajanan beberapa bulan lalu...

A Scrivere

Image
Pada awalnya adalah kata... Saya lupa siapa yang pernah bilang begitu. Tapi saya mengingatnya seperti saya mengingat berapa jumlah jari pada tangan kanan dan kiri saya. Ya, pada awalnya adalah kata, terketik pada layar monitor huruf demi huruf, menjadi kalimat maupun frasa, lalu mewujud paragraf, kemudian menjelma artikel atau esai, atau muntahan curhat-curhat yang nggak begitu penting bagi orang lain. Setelah itu tersimpan dalam bentuk digital di dunia maya, sebagai blog atau posting di forum. Padahal jamannya eyang buyut saya belum ada, pionirnya adalah papirus dan tinta. Yang punya kemampuan menulis pun--secara duit dan pendidikan--juga cuma orang-orang tertentu. Menulis adalah elit dan eksklusif. Saya suka menulis di blog. Sebagai penyeimbang mental dan medium kesombongan. Ada banyak karat otak betumpukan, menunggu untuk dibuang dan sering makin mengganggu storage di kepala. Karena bisa diakses siapa saja, jadilah, siapapun bisa membaca karat-karat saya asal tau alamatnya. Ternyata...

A Little Story of Us

Image
It was the look in a pair of eyes, so pure and trusting you’d fall in love in an instant. It was love at the first sight, in one fine Saturday afternoon, the day that forever will emblazon in my soul. The first time I saw him, six months ago. He jumped right into my arm when he saw me entering the gate for the first time. He forgot his stand. One second passed and he awkwardly realized that I was a stranger. And I had to go through an introduction once again, kneeling before him and giving him my right hand so he could remember my scent. I moved to more spacious rented room with vast frontyard for him. And it was against all odds to get an affordable one in South Jakarta with my little salary. He made me consider the future and never again I think about dying young. I’ve got him: my miracle. Now he stands before me as my guardian angel and walk beside me as a true friend. He knows how I feel without me telling him anything. I never thought I could learn how to love unconditionally from...

For the Love of Dog v0.1

Image
Tau anjing? Iya, binatang berbulu berkaki empat, selalu ngos-ngosan meskipun nggak lari-lari, sering nggonggong nggak puguh, berliur segentong nggak abis-abis, (yang katanya) penghalang malaikat chicken buat masuk rumah orang Islam, dan jadi kata umum untuk memaki (dan biasa saya gunakan). Banner di atas adalah pengumuman kumpul anjing yang diadakan tanggal 8 November nanti, jam 7.30 sampai 12 siang di Taman Langsat, Kebayoran Baru. Dekat dengan tempat nongkrong saya, Wetiga. Beberapa bulan belakangan ini saya jatuh cinta pada anjing. Dan seperti pecinta pada umumnya, sang objek akan selalu terbayang dimanapun saya berada. Gara-gara anjing, saya jadi kelewat sering menjenguk Oma Wiwik dan Mbah Gogo , mencari tau lebih banyak tentang sifat dan berbagai jenis mereka. Karena mereka pula saya sering mojok di pabrik sambil merokok di beranda, bertukar cerita dengan Pak HRD yang ibunya sering memungut anjing terlantar kemudian dipelihara di rumah. Lagi-lagi, seperti pecinta pada umumnya, a...

To One Tired Angel...

Image
Somehow, being great is not enough. You have to be perfect. You have to be what everybody wants you to be. You have to have countless of masks so you won't be disappointing anybody and wear it with exact timing though you only have split second to change into another mask once you meet another people. And it sucks. Somehow, the temptation is too bitch to be ignored you surrender. Not because you want to but because you simply need to silence the seductress so you could carry on with the life you have. And you're breaking down in the process because the hope raised and the expectation came unexpected. In the end of the day, you know you've taken the wrong turn and you made it into one hell of a lesson learned. Somehow, it's very exhausting to mend all the things by yourself. I know. You said that million times. And it's all begin with what people called choice, option, consequence. We had this kind of talk before. A long one that I never forget. But one thing I know ...

Tentang Maktub

Image
Ternyata… Di Jakarta Selatan dekat Beverly Hills-nya Indonesia masih ada tempat dengan halaman rindang serupa hutan; ada pemahaman tentang privasi; ada kasih dari dua manusia asing; ada senyum penuh pengertian; ada teras dengan jendela besar-besar; ada dunia dengan biaya sewa murah; ada satu petualangan panjang menanti di hadapan. Dan keajaiban yang mewujud tepat hingga ke renik. Ini untuk kamu: tentang komitmen seumur hidup, berdua menantang dunia. Dan ini karena kalian: semua orang yang doanya terselip diantara berjuta pinta seiring helaan nafas. Terima kasih, Sang Maha Baik. Bahkan ketika saya memohon seekor anjing, Kau kirimkan malaikat lengkap dengan sepotong Eden terlempar ke Radiodalam. … and the adventure begins… ps: semoga nggak ada cerita kekuncian dinihari. gambar diambil dari foto album sang ayah.

Hypocrisy, Anyone?

Image
Menurut kamus online ini , hypocrisy , yang berasal dari abad ke-13, berarti: 1 : a feigning to be what one is not or to believe what one does not; especially : the false assumption of an appearance of virtue or religion Lalu, apa hubungannya dengan berita tentang Miyabi yang saya ambil screenshot-nya di sebelah? Saya gerah. Beneran. Sumuk, kepanasan, emosi tinggi. Ngapa-ngapain jadi nggak jenak. Kenapa? Karena kemunafikan ini semakin menjadi-jadi. Katanya Miyabi merusak moral bangsa. Setau saya, bangsa itu hanya satu kelompok besar, terdiri dari individu-individu yang berdiri sendiri, punya otak dan hati sama sepeerti manusia lainnya, dan punya pilihan sendiri. Mereka hanya KEBETULAN berada dalam satu tempat yang sama. Ada juga yang bertebaran di berbagai negara lain, namun karena akar dan budaya, mereka masih merasa bangsa Indonesia. Satu hal yang saya nggak abis pikir dengan FPI yang katanya Front Pembela Islam. Islam sebelah mana yang kalian bela? Saya jengah dengan kelompok-...

Relativity, Anyone?

Kemarin saya terkapar tak berdaya di kamar kos, sejenak setelah membuka mata, pagi pukul delapan. Kepala rasanya seperti dihantam kontainer tiga biji sarat berisi muatan, lengkap dengan supir dan keneknya. Untuk mencetin keypad di ponsel dan mengabarkan saya absen saja rasanya susah sekali. Kelemahan saya memang di kepala dan perut. Antara sakit kepala dan mules, meskipun tampang berusaha dibuat sangar dan galak. Hampir setahun yang lalu rekan seperburuhan saya yang cantik, manis, dan kalem pulang dari perawatan di Belanda. Dia bercerita tentang biopsi, ketika jarum diameter lima sentimeter menusuk tulang ekor tanpa anestesi. Sakitnya tidak tertahankan. Dan karena trauma hebat setelahnya, dia baru bisa bercerita beberapa bulan kemudian. Saya hanya terhentak tanpa bisa berkata apapun di hadapan perempuan dengan airmata leleh, di suatu sore. Kami berdua punya ambang sakit berbeda. Baginya, mungkin biasa untuk merasakan sakit kepala berkepanjangan dan mimisan tak berkesudahan. Hampir tiap...