I Need To See Some Blood Shed Before My Very Eyes...

Grmbl grmbl... )@#()*#&$@*(()()$*Q@&$&^%!%#^$)


[pagi hari ini rasanya benak bercampur-baur setelah nerima ucapan terimakasih lewat imel dari dia, manusia yang dulu nempatin tiap sudut ruang hati dan kepala saya, 24/7, 365 hari, tiap nanosecond. bukan, ini bukan CLBK-Cinta Lama Bersemi Kembali-yang saya rasa. melainkan perpaduan antara dendam, amarah, sayang, penasaran, dan entah apa lagi, hanya Sang Pacar yang tau. it is true, who hurt you the most is the one who dearest to your heart. saya nggak ragu tentang itu. tapi.. duh Gusti. kenapa kepala ini rasanya tetep ingin meledak dengan kemurkaan tiada terkira? kenapa saya bisa sebegini pemarah? rasanya sekarang juga saya ingin cincang badannya dan kemudian serpihannya saya sebar ke empat penjuru angin sementara sisanya saya kasihkan ke anjing-anjing geladak biar nantinya terbuang bersama tahi mereka dan (mudah-mudahan) lumayan berguna jadi pupuk. saya ingin lihat darahnya mengalir ke sela jemari saya dari pisau yang saya hunjam ke dadanya. berkali-kali. berkali-kali. ada apa dengan saya?]

Comments

Juragan Peso said…
ini pisaunya mbak, ntar kembaliin kalo udah yah..
*nyodorin pisau dapur*
Pinkina said…
peso'ne wes disilihi pitek, perlu telenan ora ???
raffaell said…
hanya bisa bilang...Perlu berbesar hati untuk itu, salam kenal yah
kw said…
wah berarti aku pendendam. karena aku bukan Tuhan jadi susah memaafkan, apalagi mencintai ha ha :)
extremusmilitis said…
salam kenal!

i was felt like what you feel now
kemarahan itu hanya akan semakin menyakiti, kemarahan untuk sesesorang yang malah akan semakin tertawa di atas kesedihan/penderitaan kita

Tertawalah, dan biarkan dia yang menderita, bukan untuk membalas dendam, atau mungkin untuk menyakiti-nya. Tetapi biarkan dia memelas kalau kamu bisa berdiri dan tersenyum di atas ego-nya.
venus said…
silet2 mukanya! ben kuapok!! :p
sandalian said…
jangan lupa, setelah tubuhnya dibelah, sebagian kiri dibuang ke kanan dan sebagian kanan dibuang ke kiri.

hal itu untuk menghindari tubuhnya menyatu kembali jika korban mempunyai ilmu rawa rontek.

Popular posts from this blog

Tentang "Dikocok-kocok" dan "Keluar di Dalem"

Semacam Acak

Cerita Akhir Pekan