Posts

Pada Suatu Masa

Image
Lelaki menyusut butiran bening di sudut-sudut mata perempuannya yang duduk bersimpuh. Senyumnya mengembang hangat menguatkan, namun masih menyorotkan sedih tak tertahankan. Sebelah tangannya lembut merangkul bahu yang terguncang pelan akibat isak tertahan. "Sudahlah. Tak perlu ditangisi lagi. Tak usah kita berlari. Mungkin harus begini cara semesta meminta kita untuk berhenti. Tak pernah ada kata selesai karena sejarah akan selalu berulang. Dan mungkin apa yang kita lakukan memang salah. Kita harus ikhlas, Dinda..." Perempuan mengangguk lemah, terbatuk, lalu memeluk lelaki yang menjadi belahan jiwa dan sandaran hidupnya selama ini, yang mau melakukan apapun demi kepentingannya, demi penyakit yang menggerogoti tubuhnya dari dalam, bahkan menafikan hak orang lain hanya untuk dirinya. --- Fajar bergulir lambat. Matahari mengintip malu-malu layaknya perawan memindai kekasih bertandang dari balik tirai. Dingin embun pagi tak mampu meredakan asap tipis membumbung dari rumah yang te...

Tentang Indonesia

Image
Mencintai Indonesia adalah dengan bekerja dan menjadi yang terbaik. - Biografi Emil Salim Saya punya seorang "keluarga sambung" yang saya hormati benar. Mereka--Pakdhe, Budhe, Mas dan Adek--ramah pada siapa saja. Wajah-wajah mereka seperti selalu tersenyum. Dalam beberapa kesempatan saya menginap, rumah mereka selalu dipenuhi tawa berselimut kasih. Tanpa asap (dan saya sadar diri untuk selalu merokok di luar). Di rumah itu "harta" mereka adalah obrolan hangat, pelukan sayang, buku selemari, koneksi internet yang di-LAN ke dua laptop dan saluran edutainment semacam National Geographic atau Animal Planet. Hiburan saya adalah keisengan dan pertanyaan Adek yang ajaib serta selera musik gubrak-gubrak si Mas yang pendiam dan seperti selalu tersipu malu. Mereka juga tidak memandang saya aneh ketika saya sendirian menikmati lembaran komik Fisika ketimbang nonton acara bongkar restoran. Dan selalu menyuruh saya makan (dan tak pernah saya tolak. Haha!). Suatu malam saya menu...

Suro

Image
Pada suatu malam orang-orang memperingati pergantian tahun pada tanah becek dan gerimis menggigilkan tulang. Mereka memantik api dengan kemenangan masa lalu dan prediksi masa depan. Nyalanya terjaga lewat pembahasan tentang tuhan, membincang leluhur, membedah fenomena alam dan kaitannya dengan benda langit, mengagungkan yang pernah dipunya lalu hilang, dan lidah api menjulang berkilat-kilat liar saat dibakar semangat akan harapan untuk kembali merebut kejayaan itu. Nanti. Malam menghangat. Keramik di bawah pantat dan kepala di atas leher ini masih sama-sama dingin sementara alis saya tak jeda berkerut. Sebegitu banyak orang, entah kenapa saya masih merasa sendiri.

Semacam Sajak Rindu

: Untuk Ata dan Anyu Sayang, tidakkah kalian tahu? Ayah-ayah kalian adalah orang-orang yang setia pada suluk Menapak dengan kepala tunduk Tergilas kompromi namun tak sekali pun takluk Dan masih punya mimpi terkutuk. Mereka sempat meninju udara di atas kepala Dengan tekad, dengan nilai, dengan segenap jiwa Api pada mata yang kini redup menyala Tak pernah padam paripurna. Sayang, tidakkah kalian lihat? Ibu-ibu kalian adalah perempuan hebat Piawai membuka keran otak mampat Tegak saat lelaki mereka terhujat Dan lembut mengantar kalian ke buaian, tanpa penat. Jangan merasa asing, Sayang Pada dongeng Disney dan Barney Karena ayah-ayah masih menembang Ranggawarsita Berlatar Teknoshit melantangkan "Darah Juang" dan berkisah tentang Rahwana durjana. Jika kalian besar nanti, Sayang Jangan ragu mengepak sayap lebar-lebar Lalu terbang ke langit maha jembar Seperti Gatotkaca, bukan Icarus Sekukuh Merapi yang tak pernah ingkar janji, bukan Olympus Tak perlu takut mewa...

Forgiveness(?)

Image
Will You forgive me, For the fire I see in a pair of those ever observing eyes, materializes in the speech as venomous as the Devil Himself yet a heart as gentle as the first dewdrop early in the morning? For the same questions I hear, the ones I shouted to the sky but never got the answers except in each others'? For the discreet desire, awkward smiles, and the zillionth times of those magic moments when our souls finally found themselves? For the pain and sorrow we share in silence over a cup of coffee and a pack of cigarette because licking our wounds alone to heal was too much? For the dusk through dawn in the blinding lights of the city, for the slightest, scrumptious, carnal instinct as old as the Mother Nature, for the sheer existence, for the speck of color in this black-and-white world, for the tousled hair, for his arching back, for the minds we never deep enough to dive, for the pimples in different coordinates, for the alert attitude with calmness like the darkest ho...

Tentang Bayi

PERINGATAN: Tulisan ini MUNGKIN mengandung spoiler. Freedom has a scent. Like the top of a newborn baby's head. - U2, Miracle Drug Apa jadinya jika empat bayi dari empat penjuru angin berbeda difilmkan di awal-awal kehidupan oleh seorang sutradara Perancis? Jawabannya, Babies ! Gambar bergerak yang menakjubkan dan menghangatkan hati ini bercerita tentang Ponijao di Namibia, Hattie di San Francisco, Mari di Jepang dan Bayarjargal--satu-satunya jagoan--di Mongolia. Dikutip dari tulisan Bryan Alexander dalam wawancaranya bersama Thomas Balmes di sini , saya nggak bisa nggak setuju bahwa "keimutan dan ngambek itu tak berbatas." Saya anak pertama dari dua bersaudara dan jarak usia kami cukup jauh. Saya sering meledek adik saya sebagai anak pungut dulu, lalu tangisnya akan meledak keras-keras sepersekian menit berikutnya. Atau menjepret lengan montoknya dengan karet gelang hingga bentol-bentol. Dan saya hanya tertawa melihat bagaimana anak-anak yang lebih besar di sek...

Tentang Agama

Image
Penyanggahan: Saya TIDAK membenci agama dan semua ritualnya. Tulisan ini hanya salah satu cara saya mempertanyakan apa yang saya yakini. Gambar di sebelah adalah laman berkicau milik bintang porno Vicky Vette . Kabarnya, dia sempat menggoda bapak Menkominfo Indonesia yang terhormat dengan celoteh-celoteh nakal akibat Michellegate yang menggemparkan itu. Well , kalau Pak Tiffie bukan Menkominfo mantan Presiden PKS yang sangat relijius mungkin kejadiannya nggak bakal kayak gini. Nggak bakal dibikinkan adegan lambatnya dan dianalisa di acara komedi malam dan dijadikan bulan-bulanan tweeps sejagad. Sepak terjang beliau sejak jadi Mekominfo sepertinya mengisbatkan diri jadi admin internet Indonesia dengan standar moral tinggi melalui berbagai pembatasan yang mengatur akses dan isi ruang maya di negara ini--dan sama sekali nggak ramah bagi pengguna dan penyedia jaringan. Atas nama agama, katanya(?). Satu hal di benak saya ketika riuh-rendah pro-kontra Permen Konten Multimedia membahana: ...

Surat (Cinta) Terbuka untuk FPI: Karena Kita Bersaudara

Image
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, ya Akhi. Semoga keselamatan, berkah dan rahmat Allah selalu dilimpahkan bagimu, Saudaraku. Begitu kan terjemahan Bahasa Indonesianya? Indah ya, salam orang Islam itu. Tidak egois sama sekali. Saya sering dibuat takjub saat tersadar betapa agung arti dari sekelebat salam yang mendoakan orang lain. Sepertinya tidak ada salam yang lebih indah dari salam para pemeluk Islam. Saya datang tak bersenjata sama sekali karena keinginan saya adalah bertamu. Sebagai tetangga satu bangsa, saya hanya bawa diri dan hati. Meskipun kata teman saya orang-orang seperti Akhi hanya bisa mengkafir-kafirkan orang lain yang tidak duduk bersama dalam taklim, saya tidak percaya. Karena itu, mari kita bicara. Hanya saja, begitu banyak pertanyaan sesak di dalam kepala saya. Tolong, jika Akhi berkenan, saya perlu jawaban. Begini… Saya sedih sekali tadi siang, mendengar kabar tentang kawan-kawan Akhi yang bersiap membawa parang dan asma Allah ke tempat-tempat Q...

Jakarta Adalah...

Image
“Ceritakan padaku tentang kota bernama Jakarta,” pinta seorang brondong yummy pada si sundal ngurban. Si sundal tersenyum, menatap jalang si lelaki ranum. “Owkey. Gini ya…” Lalu mengalir kisah tentang kota tempat si kere dan si makmur tinggal bersisian, bahu menempel dengan bahu, namun jurang kehidupan memisahkan mereka aduhai jauh. Di pemukiman si kere kau bahkan bisa mendengar suara napas teratur tetangga yang pulas bermimpi punya sebelas bini—atau lenguhan kenikmatan tertahan saat penat coba dihalau syahwat, tergantung hari. Sementara di perumahan mewah si makmur, jika kau hendak sekedar kenal siapa yang tinggal di sebelah, sudah untung kau bisa bertemu BMW atau Jaguar yang barusan keluar pagar. Biasanya, cukuplah kau tak diusir satpam atau disapa babu. Di Jakarta semua orang pemberani tak takut mati. Tiap detik nyali mereka teruji. Jika hidup adalah jihad, maka mereka adalah para mujahid bernyawa. Di sana, mati dan hidup bersahabat. Kebaikan dan kejahatan akrab ...

Tentang Ibadah

Image
"Seharusnya ayahmu tidak berhenti hanya untuk menyembah Yang Kuasa. Patung-patung yang beliau bikin adalah mahakarya. Ia menyembah Tuhan dengan cara itu, menggunakan talentanya untuk menghasilkan karya seni. Itu sembahyangnya. Sayang sekali jika ia akhirnya harus bersembahyang seperti orang-orang pada umumnya." Kata-kata itu diucapkan seorang om-om gondrong sepunggung yang kira-kira usianya awal empat puluh. Tanpa sengaja pameran lukisannya saya datangi, keisengan yang menjadi momentum ketika meninggalkan Jogja tahun 2006 silam. Takzim ia mengucap, seperti mengungkap penyesalan dengan tatapan penuh rasa prihatin pada teman saya yang ternyata ayahnya adalah seorang pematung legendaris di dunia seni. Lalu ia ucapkan duka cita ketika tahu paman saya (yang kini almarhum)--yang ternyata kawan kuliahnya di ASRI dulu--mengidap gagal ginjal kronis. Bertahun-tahun kemudian, ketika saya menetap di Kota Mayat , saya dapati berbagai orang dengan sembahyangnya sendiri-sendiri. Entah k...