How Convenience

Dia datang tanpa bentuk, hanya suara dan barisan kata di layar virtual. Entah bagaimana, dia seperti cermin: mirip sepertiku. Meski kita bertolak belakang. Lalu tawaran itu datang berbentuk komitmen yang tanpa batas ruang dan waktu.

Apa mungkin?

Kami saling menyebut diri 'dua orang gelisah yang saling menemukan diri dan senasib bersama'. Kami mencibir pertemuan, memaki ikatan, menista mode dan sinetron, tapi sama bermimpi tentang kehidupan tentram-nyaman dalam sebuah perkawinan. Entah dengan siapa.

Apa bisa?

Ya... liat aja nanti. Dimana-mana, masa percobaan adalah tiga bulan. Setelah itu perpanjang kontrak. Itupun kalo mau pake sistem kayak itu. Kira-kira berapa lama lagi ujung ini berakhir?

Comments

Anonymous said…
berapa lama? ga tau. mendingan kita nikmati aja buah persik yang terbuat dari bulu kera sakti ini.

toh kita belum punya hak untuk berandai- andai tentang hubungan yang akan berbuah sesuatu yang hanya pernah ini. bukankah begitu calon istri ku?! (calon istri??)

u'r lovely geisha

Popular posts from this blog

Tentang "Dikocok-kocok" dan "Keluar di Dalem"

Semacam Acak

Cerita Akhir Pekan