"Fuck!" Say I

Because nobody rules over my thoughts. Live with it.

Anjing!!!

Posted by The Bitch on 4/30/2007 12:22:00 AM

Jumat malam dan the Lady Boss di tempat saya 'bermain' mentas kethoprak-an humor di TIM. Dua 'Little Bosses' mau nonton dan saya kebetulan ada janji dengan The Yogi/Sahabat/Kakak/Musuh/Guru saya di tempat yang sama. Jadilah, kita bertiga jalan afterhour.

Jebulnya...
Satu jam nunggu dan The Yogi urung datang. Ya sudah. Nonton kethoprak lah saya. Pulangnya, ternyata malah ketemu teman lama di Jogja (yang pernikahannya pun saya nggak bisa datang). Pulang batal, yang ada malah nongkrong hingga sejam setelah tengah malam, membicarakan hal yang ternyata penting untuk keberlangsungan hidupnya.

Lalu ponsel saya berbunyi, menandakan ada SMS masuk--yang juga dari teman lama di Jogja dan sudah hampir setahun ini di Jakarta--dan mengabarkan nongkrong mingguan masih berlangsung jika saya berkenan datang. Ujungnya bisa ditebak: Saya kembali terdampar di kamar kos-nya pukul tiga pagi, mendengkur berjamaah dengan saya perempuan seorang.

Besoknya kami nonton. Setelah itu kita keroyokan menyambangi seorang manusia maya yang segera mewujud setelah kita ketemu nanti di Kalibata Mall. And what a great time we had!

... tough there was a sharp pang in my heart.
Karena saya tau saat saya sedang tertawa-tawa bersama teman, seorang sahabat saya yang lain--beserta putrinya yang bertanya kapan saya datang lagi--terbaring sakit di RS Hermina Bandung kamar 411. Saya ingat. Tapi saya nggak bisa berangkat karena ada banyak hal yang menumpuk dan harus dikerjakan, juga karena kondisi yang rasanya nggak penting saya jelaskan disini.

Sepulangnya--dengan pakaian yang melekat 2 x 24 jam di tubuh--saya berkunjung ke ruang-ruang maya, menjenguk rumah yang sama mayanya, dan bertemu kenalan lain yang juga maya. Basa-basi sebentar, minta download lagu, dan ujung-ujungnya mendapat makian.

"Lu kenapa nggak nengok Si **** yang lagi sakit di Bandung? Seneng-seneng aja mau. Giliran dia sakit nggak ada yang nengok. Bangsat kalian semua!"

Shhhhhhhhhhhhhhhhhhit!

Tau apa dia tentang kondisi gwa?! Tau apa dia tentang datangnya kabar itu dan apa yang sedang gwa lakukan saat itu--though konteksnya gwa nongkrong sekalipun?! Tau apa dia tentang apa yang gwa lakukan disini untuk Si Sakit?! Apakah gwa harus laporin semua kegiatan gwa beberapa hari kemarin dan besok untuk bisa mendapatkan pengertian dari dia dan berharap dia cukup cerdas untuk bisa merasiokan kenapa gwa ga bisa jenguk?!

Gwa memang Anjing, yang harus disebut dengan luar biasa marah dan diberi tanda seru sebanyak-banyaknya di akhir kata karena NGGAK BISA MENGHORMATI TEMAN dengan norma dan etika universal yang ada. Atau mungkin lebih rendah dari itu karena even dogs don't bite the hands that feed them. Gwa soliter yang mau-nggak-mau harus masuk jebakan betmen berjudul homo sosialis, dimana what goes around (will hopefully) comes around.

Dan ini alasan gwa kenapa punya blog tapi males nge-link; kenapa selalu menolak kumpul-kumpul bareng kalo nggak merasa harus; kenapa berdiam di kamar sendirian, tenggelam dalam buku dan notebook zaman dinosaurus; kenapa lebih memilih dildo (jika suatu hari sudah saya koyak hymen dengan sendok teh) dan bukan lelaki; dan kenapa memilih rokok sebagai pembunuh sepi.

KARENA SAYA GAGAP MENGHADAPI KETERIKATAN DENGAN MANUSIA HIDUP DAN KEHARUSAN YANG MENGIKUTINYA.

Puas?!

ps: ya. saya bangsat. kalian semua sudah tau itu. so, stop bothering your mind to even think about me. i've learnt a lot and it's enuff.
pps: saya capek hidup tapi enggan beristirahat sejenak untuk kemudian kembali berenang melawan arus.
ppps: ya. saya pakek aan karena masalah ini memang bukan buat main-main.

Labels:

Comments:

  at: 2:35 PM, posted by Anonymous Anonymous said...

Wow... Semangat banget. Bagaimana klo kita berusaha belajar menjadi manusia yang kristal? Menciptakan banyak warna sebagai penterjemahan Cahaya Ilahi yang di lihat dari berbagai sudut akan memantulkan cahaya pelangi...

Ps. DR mau tutup...hiks3

  at: 5:34 PM, posted by Blogger Bi[G] said...

ini teh ngomongin mamih mira?

  at: 5:38 PM, posted by Blogger human wannabe said...

My Phoenix Bro #2:
I'll try

OmBig:
bukan. ini ngomongin orang yg terlalu care ama mamih. beliau katalis doank.

  at: 11:57 AM, posted by Blogger mit@ said...

* ngemeng ape lo??
ckckckc

anyingggks..
[red]

rambut mu napa di gundul to nduth
katana mo fix kan kelamin jade
wadon....

*gubraks

  at: 1:44 PM, posted by Anonymous Bi[G] said...

brarti ngomongin bunda?

  at: 1:55 PM, posted by Blogger human wannabe said...

omith:
iki bahasanne cah gedhi. cah cilik mesti gak maksud.
bwek!

omBig:
ralat! aku lagi ngrasani wong sing 'terlalu care' karo mamih.
nah. terjemahkan sendiri kata yg berkutip ya...

  at: 10:07 AM, posted by Anonymous ceniQ said...

Kegagapan dalam menanggapi "idealnya realitas" .. saya pun turut merasakannya.. yang terbaik dari kita, malah cukup untuk para makhluk sosial lainnya.. Saat sadar, telah melalukan kesalahan (menurut mereka), malah tak diberi sebuah kesempatan untuk memperbaikinya... Saya tak cukup memaki dengan memilih diksi Anjing, jadinya, malah menggerutu sendiri, merasak sesak di batin.. dan Tertuduh menjadi masokis!!!

  at: 5:42 PM, posted by Blogger Yudhis said...

"dan kenapa memilih rokok sebagai pembunuh sapi."

anjrid.keren.. rokok bisa ngebunuh sapi ?!!! *geleng2x*

  at: 7:31 PM, posted by Anonymous venus said...

blog sekeren ini...kenapa baru sekarang kita kenal ya? what took u so long?

  at: 2:18 AM, posted by Blogger human wannabe said...

Yudhis:
Iya, kalo sapinya elu!

Simbok V(agina? =P)
Ah... kamyu... *blushes*

  at: 2:18 AM, posted by Blogger human wannabe said...

Yudhis:
Iya, kalo sapinya elu!

Simbok V(agina? =P)
Ah... kamyu... *blushes*
Post a Comment

<< Home