Posts

I Live, Therefore I Work, Therefore I Live, Therefore I Work

Bahagialah orang yang hidup dan bekerja untuk orang lain karena dia memberi dan akan dicukupkan dari keringatnya. Celakalah orang yang hidup dan hanya bekerja untuk dirinya karena diri tidak akan pernah cukup mencapai apapun. Dua perempuan duduk berhadapan dengan dua cangkir kopi yang hampir kosong, dua bungkus rokok dan asbak penuh abu di meja kafe. Mereka saling berpandangan setelah beberapa jam ngobrol heboh. Yang satu menatap lurus-lurus ke perempuan di depannya yang memandang balik dan memainkan rokok di sela jemari sambil tersenyum. "Lu kenapa liatin gue terus? Suka?" "Enak aja. Emangnya gue jeruk makan jeruk?! Nggak... gue kagum aja. Akhirnya lo udah mirip wanita karir sekarang. Look atcha! Drastis. Padahal lo pernah bilang nggak mau jual diri dengan menghamba pada jam kantor dan gaji bulanan." "Haha. People change, Baby. Gue juga. Gue harus liat ke depan, nggak bisa selamanya begini terus. Sekarang gue mau numpuk duit banyak-banyak." "Untuk a...

Han, Jangan Ketawa. Saya Ngaku Kalah.

Hey, kamu. Saya minta dengan sangat, segenap jiwa raga, sepenuh hati, dengan saksi alam raya dan seisinya... Tolong lepas dari kepala, hati dan hidup saya. Biar saya maju ke depan tanpa menengok ke belakang. Tolong... [as I sit here, powerless, helpless, with your overwhelming image still ramming inside my skull, haunting like a ghost, and getting bigger as I try harder to get rid of you]

Lungkrah, Capek, Sebel

Betapa merusaknya rasa marah terhadap seseorang, seberapapun besarnya cinta yang pernah atau masih ada. Serasa ingin mencengkram, mencabik, melihatnya bergelimang darah, menatap dengan senyum puas ketika ia tercekat waktu nyawa di tenggorok, akibat perkataan maupun perbuatan yang menyentuh harga diri. Karena harga diri adalah harta terakhir perempuan, a woman's last treasure, without which her purse would be empty. Meski sering jadi bumerang. Duh, Han... Redakan hati hamba. Bikin dia terima cobaan dan nikmatMu dengan kesabaran seluas jagat. Buka pikiran dan akal agar bisa menerima dan tetap tegar bertahan, berapa kali pun dihajar rasa kecewa yang bikin murka...

Ah...

Gwa bukan orang yang ngejar sesuatu dengan ngoyo karena gwa jarang kepingin sesuatu dengan amat sangat. Gwa juga bukan orang yang teguh pendirian karena ada masa ketika apa yang gwa percaya berbalik 180 derajat menyerang gwa. Tapi gwa yakin pada usaha. Karena semua memang ada harganya, harus ada usaha. Dari bayi ceprot--bahkan ketika masih di perut--gwa udah usaha. Untuk tetap hidup, diterima di lingkungan teman sebaya, di sekolah, di rumah, di kampus, you name it. Bahkan di komunitas yang menurut gwa nyaman. Meski lahir dengan berat kurang dari 2 kilo, pas gede gwa emang bongsor dan 'lain'. Gwa gak terlahir dengan kaki 2 pasang atau hidung di jidat, tapi gwa selalu dianggap aneh oleh orang yang menganggap diri normal. Oke, gwa terima. Dan gwa--berkali-kali--berusaha untuk jadi so-called normal. Untuk dapetin sepasang sepatu yang biasa dipake temen-temen pun gwa harus usaha ngojek payung biar uang kekumpul dan sepatu kebeli. Gwa nggak nyesel. Itu pelatihan dini untuk gwa yang ...

??? ....... !!!

"Lo masih sayang ama gwa?" "Jangan tanya itu sekarang. Gwa pusing..." [Dialog post-ciuman antara dua mantan kekasih yang masih berteman baik] "Setiap bibir kami bersentuhan, getar itu masih ada. Perasaan dilempar ke langit terjauh dan terhempas nikmat dengan kepusingan ambrosia yang memabukkan selalu melindap, meski 'persetubuhan kecil' itu sudah keseribu kalinya. Apa perempuan selalu menyerahkan diri dan tubuhnya untuk mendapatkan cinta sementara lelaki memberi cinta untuk mendapat nafsu? Gwa bingung, nih..." Jujur, Sahabat... Gwa juga nggak tau mesti bilang apa... Man sux!

Fur Ooz

Jika kamu merasa menemukan THE One dan terpaksa melepaskannya demi prinsip, nama, etika dan norma... Jika kamu merasa tidak mampu lagi mencintai orang lain sebagaimana kamu pernah mencintai dia, sebaik, seindah, setinggi apapun kualitas penggantinya itu... Jika sesaat kamu pernah merasa separuh jiwamu hilang ketika dia berbalik dan pergi meninggalkanmu untuk mengejar apa yang menjadi mimpinya, kemudian mendapatkan jiwamu utuh kembali dan masih mampu mencintainya bahkan ketika dia tidak lagi menoleh padamu... Jika kamu pernah merasa 'menjadi', ada, berkuasa sekaligus tertaklukkan, bahagia hingga langit ketujuh dan sedih tidak terkira tanpa alasan, melupakan dan terlupakan dunia ketika hanya ada kamu dan dia... Maka nikmatilah! Kamu sedang merasakan salah satu anugrah terbesar dari Dia Yang Paling Maha. Dan ketika kamu tercerabut dan merasa sakit sampai ke tulang sumsum saat semua yang kamu harapkan tidak berbuah kenyataan, maka kenang dan jadilah pemenang. Karena hanya pemenang ...

Whada Fh...?!

Okay. Another place, another face. Will I keep my sanity and keep the thing that could bring back my pride and joy in seizing the life instead of memorizing the death that have been buried deep inside unnoticed? Blah, blah, blah. Keep on babbling, baby. And keep your eyes shut. At least you have yourself to listen to though nobody recalls…

Ki, Njing!

Oke. Gwa terima. So, you've done some mistakes in your past life. Now you are a father of a pre-marital cute boy in an old, ripe age of twenty-something, and living with his mother. Under the same roof without ever having married, both of you. And I wonder wether you share the same bed and loneliness also. But... Boy! It's damn way too fucking comfortable speaking with you. I'm afraid I might fall in a shitty hole called love, being with you. ........so I play along like a pro...............

The Fat Lady Finally Sings...

Finally. After a straight 32 days--with two days skipping and three to seven hours late at other ones--the show is over. Good bye, shit one. You are the place where all contradictions happening without any strength left in me to prevent it from happening--and get payment from such place--and all I have to do is sitting in front of a godamn computer and strolling around after I finish, seing how money been throwing away easily while other have to work only to gain one-tenth from what have been wasted. Watching have-nots people do as the haves people told them what to do for the sake of money. Yet, they race and competing each other about who are the best in licking the bosses' shoes. Showing off to be the prettiest, most handsome, shortest-skirted young girls. Udah lah. Complain, complain, complain. I hang on all these times.

Have You Ever? I Wonder...

Taken from here . While reading, my eyes becomes larger every minute. Shit! Have I ever ask the same question? Have you? The Contents of Your Daily Life How many hours a day do you spend in front of a television screen? A computer screen? Behind an automobile windscreen? All three screens combined? What are you being screened from? How much of your life comes at you through a screen, vicariously? Is watching things as exciting as doing things? Do you have enough time to do all the things that you want to? Do you have enough energy to? Why? And how many hours a day do you sleep? How are you affected by standardized time, designed solely to synchronize your movements with those of millions of other people? How long do you ever go without knowing what time it is? Who or what controls your minutes and hours? The minutes and hours that add up to your life? Are you saving time? Saving it up for what? ...