Posts

Yeah, Rite...

Eating, sleeping, working. Almost the same with life-cycle. Minus mating, of course. Just a self-satisfaction, if you insist on having the similar feeling of mating. In other words: playing with the most intimate body parts of yours. *winks with devilish grin* This is ridiculous. Eating, sleeping, working. And I'm dying. You don't think it's possible, do you? But, well... that's the fact! Stupid but true. And THAT'S the saddest part of it!

Sinking Down Low to Reach for the Star High Above... (NJRIT!!!)

Jeez! I'm in Jakarta: the most-hated city ever! I just can't believe that I'm already here though it's been two days since my arrival. Well, then. Things have to be changed sometimes. I just try to think out of the box. Gotta accept the changes that need to be changed. Gotta face the truth, how miserable it would become. In the end, there is this one thing that has to be kept: gotta live and survive. I never thought it would turn out to be like this. Working here, while my main objective in life is burried inside Jogja soil. But just like one of my Hell Angels said, people need to get out of their comfort zone and taking the risk. To feel alive. To wriggle from the needle hole and make out to the other side. To find newness in the universe without even thinking about the outcome. Literally go with the flow. That is exactly what I do now. Remember my OTHER main objective in life about die in the age of thirty? I think I'm dying...

Ummm... Errrr... Apa Yah? Apa Sih? Gak Tau Ah!

Awal nggak sengaja yang bikin gwa menikmati berdekat-dekat dengan lawan jenis... *ehm!* Waktu itu gwa harus ngelantik adik kelas di ekskul PA. Karena capek, kehujanan dan harus bikin bivak darurat, akhirnya gwa dipaksa tidur umpel-umpelan bareng anak-anak cowok yang jumlahnya lebih banyak. Bukan apa-apa, daripada kena hipotermia (gak tau ni nulisnya bener apa nggak), mendingan gwa dihangatkan dengan body heat sebanyak-banyaknya. Begitu pagi datang, gwa kaget bukan kepalang: penyangga kepala gwa semaleman itu adalah dada adek kelas yang ngaujubilleh gantengnya dan disenengin hampir semua cewek di sekolah! Lumayan... rejeki, pikir gwa. Apalagi setelah itu kedekatan berlanjut meski gwa harus nge-cut karena ada intrik-intrik yang nadjeez pisan dan gak bisa dituliskan disini *hayah!* Lalu ketika kuliah sering bermotor berdua dan kehujanan di tengah jalan dengan temen--lagi-lagi--cowok. Meskipun dalam kesempatan dan orang yang berbeda, rasanya tetep sama. Meskipun hanya duduk bersisian dan p...

When Things Don't Go Your Way...

All you've gotta do is do what you have to do. Since you're not the centre of the universe, the world doesn't turn around with you as the axis. So... I'm just trying to do what I have to do. With all my strength and faith that I have left. Because life is only a journey, not a destination. Yet, the destination has its own journey. We've armed by the spirit, armored by the faith and surrounded by the wisdom. Those are our ammunition to conquer the future. I believe I'm not only going to seize the day, but also the whole life! [So help me, GOD!] *note: all gratitude goes to Loki van Purworejo that had given me a nice quotation (=

Me Playing Linkin Park - NUMB #2

"Kamu yakin mau maju dan menyelesaikan semuanya?" "Yup!" "Mantap dengan itu?" "Definitely." "Penuntasanmu seperti ini nanti bukan karena omonganku semalam?" "Ah! Kamu GR sekali! Sangkamu aku nggak punya pendapat sendiri sampai aku perlu kamu untuk memutuskan mana yang terbaik bagi hidupku?" "Oke. Well, then. Be it. Majulah, adikku. Laksanakan ucapanmu. Wujudkan dalam tindakan. Kamu bukan orang yang suka berjanji palsu macam politisi, bukan?" "Course not, you silly dumbass! Kulo pamit lan mboten nganti pejah. Mohon doanya aja biar impact-nya nanti hanya sampai babak tanpa bundas ketika pergi dan kembali..." "Kau selalu dalam doa kami. Tenangkan amarah dan jiwamu. May The Force Always Be With You!" * Hayah! Star Wars sekaleee!!! * ... and though I walk in the valley of death and darkness... *Note: hey! bahasa endonesahmu bagus sekali, Nduk!

Me Playing Linkin Park - NUMB

"Karena jomblo maka nggak ada tuntutan feminin ya?" "Haha! D'ya think so?" As he said: An addict of chaos theories, I am. As she said, simply: Nuts. As I SAY: ................................................................................ Damn! Jez dunno wut 2 say or do. I gratefullycursed feeling nothing. I've been blessed that all of my senses had been deprived. Blank. Nothing. Zero. Ah, rambut gwa keren sekali! Sepatu baru gwa juga! [In memoriam of these five years, with all bruises and scratches that I've been savored each day... greedily and absentmindedly] p.s: edan! bikin entri kek gini aje perlu sebulan! dasar chicken!!!

Taek Kalian Semua!!!

Duh, 2006 ini. Meskipun baru 17 hari berlalu rasanya seperti naek roller coaster spiritual puluhan tahun. Nggak cuma perut yang diguncang, tapi juga benak dan akal. Jiwa juga. Semuanya. Keseluruhan seorang Pit (kalopun memang orang) yang nggak ada setai-tainya di dunia maha luas ini. Ah, jaman instan. Harusnya gwa nggak usah heran. Wong makan malem komplit aja bisa tersaji dalam hitungan detik, kenapa pemahaman nggak?! Berawal dari datangnya 'a long-lost brotha' yang menghilang (hampir) tanpa jejak selama enam tahun. Tanpa sadar dia adalah pembuka kunci ke sebuah tempat yang nggak terjangkau bahkan dengan akal sehat sekalipun, where things happened for some unexplainable reasons. Setelah physically dia pergi baru gwa tahu kemana dia bakal bawa gwa, melalui komunikasi per telepon ketika SMS kirimannya lama sekali tidak berbalas. Nggak tanggung-tanggung, gwa harus mendengarkan gempuran yang meluluhlantakkan semua rasio dan kerangka yang selama ini ada di benak gwa yang mahacupet...

Phew!

Akhirnya... tugas yang nggak begitu berat itu selesai sudah. Nggak begitu berat memang, cuma salah satu tugas dalam hidup. Cari duit. Ngomong apa sih?! Akibat gwa dapet kerja kayak gini, mata dan hati gwa jadi lebih terbuka meski bagi sebagian orang mungkin nggak penting. Gwa jadi lebih memahami, mengerti, memperhatikan... merasa. Padahal hanya pekerjaan sehari-hari (yang sering gwa sebut sebagai 'melacur': menjual kemampuan otak dalam menerjemahkan bahasa asing ke bahasa gwa dan orang-orang senegara). Tapi imbasnya dahsyat! Tentang orang-orang di negeri antah-berantah bernama Palestina . Bagaimana mereka mempertahankan tanah yang nggak seberapa itu dari renggutan Zionis Israel yang anteknya menyusup ke seantero jagad dan menguasai sektor-sektor penting seluruh dunia. Bagaimana mereka harus merelakan harta, benda dan nyawa direnggut paksa demi sebuah bangsa yang--dengan membawa kitab suci mereka--menuntut Tanah Yang Dijanjikan sebagaimana tertulis disana. Buat gwa hal ini amat...

A Humble Gratitude

Hey there. Just dunno what to think and to say. U've let me mblandhang all these times. Then suddenly U've sent two guardian angels in human form to look after me. Shocking. Where have they been when I was bleed and wounded? Where did U sent them when I feel like drowning all alone, gasping for air, reached nothingness then 1,000-feet-from-the-ground freefalling with a hard touchdown and flatnosed? Was I blind not to notice their existence? Was I closing down all of the senses, the most delicate one, that U've been blessed in all of U'r creations? I dun speak Ur language, being all speechless, fucked up and such. But I know U're Forever Knowing, Seeing, Understanding... Loving. Thanx for those Guardian Angels, anyway. ps: duh, Gusti. Pengen nangis berember-ember rasanya... Kamu baik sekali sih! (peluk-peluk Tuhan)

soliloquy

Udah tahun baru lagi. Dua minggu yang lalu umur gwa nambah lagi. ...sementara gwa pengen waktu berhenti... Bullshit! Gwa punya temen yang benci dengan Desember. "Kenapa?" "Karena Desember berarti akhir. Dan gwa benci akhir. Gwa benci ketika pertunjukan usai dan rasa senang itu hilang." "Tapi nanti kan Januari lagi. Awal yang baru lagi. Kesenangan yang baru lagi." "Ya kalo emang seneng. Kalo menderita? Tiap Desember berarti satu tahun lagi kenangan." "Kalo gitu, lu mati aja. Jadinya lu dikenang, bukan mengenang. Ini cuma masalah kalimat aktif dan pasif aja kan?" Sesederhana itu. How happy is the blameless vestal's lot the world forgetting by the world forgot eternal sunshine of the spotless mind each prayer accept and each wish resign'd [ Alexandre Pope ] Mari berjuang untuk tahun yang nantinya berlalu lagi...