Posts

W O R D S

Image
Gambar diambil dari sini . Kenal Lolo Ferrari ? Dia mendiang, pemilik nenen terbesar di dunia menurut Guinness Book of World Records versi Perancis. Tumbuh sebagai gadis cerdas dan cantik ternyata tidak membuat hidupnya berhasil, apalagi bahagia. Ibunya punya mulut yang jahat sekali. Lolo kecil yang manis sedari kecil selalu "dituduh" sebagai bocah bodoh dan jelek, yang nanti hanya akan berguna sebagai tukang mengosongkan pispot. Saya membayangkan menjadi Lolo (bahasa slang Perancis untuk menyebut payudara), menatap citra diri sebagai anak lusuh dan menyakitkan dipandang mata, tidak berguna, dan jadi beban hanya karena IBUNYA YANG BILANG BEGITU. Saya juga membayangkan menjadi sang ibu. Memiliki suami yang tingkat chauvinisnya kebangetan, terang-terangan selingkuh di depan mata sementara dirinya harus repot mengasuh empat anak sendirian tanpa bisa berbuat apa-apa. Walhasil, dengan ketidakberdayaan seperti itu, hanya anak-anaklah tempatnya melampiaskan kekecewaan. Anak...

Kurban, Anyone?

Image
Gambar diambil dari sini . Semua ini gara-gara ada anak yang terlalu nakal sampai bapaknya ingin menyembelih… - Kakek Botak Penggerutu yang keberisikan akibat TOA masjid bertakbir keras-keras tanpa henti Halo! Sudah habis berapa tusuk sate kambing dan berapa mangkuk gulai sapi? Sudah cek kadar kolestrol? Atau sudah terlanjur pusing di bagian belakang kepala dan tepar nggak bisa ngapa-ngapain? Kalau belum, mari saya bikin pusing sedikit. Jadi ini sebenarnya kegelisahan saya setiap Idul Adha menjelang. Saya terganggu dengan tontonan brutal di lapangan-lapangan masjid berupa penyembelihan hewan kurban. Waktu saya kecil dulu saya pernah disuruh—entah Budhe atau Pakdhe, saya lupa—ikutan nonton juga. Walhasil saya nggak berani tidur malamnya karena masih terbayang mata—yang menurut saya—sedih para embek dan sapi yang menanti ajal di pisau jagal. Atas nama simbol bagi ritual agama. Kemarin sembari takbir berkumandang di masjid dekat rumah Bu Anggi saya lihat ada salah seorang y...

About Time, About Life

Life is life, fight for it…  Sesiangan sampai malam kemarin ada berita hoax tapi manis yang menuduh saya berulangtahun. Saya sih cengar-cengir aja. Itu hoax ulangtahun kelima dalam setahun ini, dan sebagaimana hoax pada umumnya, nggak ada satu pun yang benar. Saya jadi ingat paket berisi kaos yang saya kirim ke seorang sahabat. Dia bertanya-tanya sendiri karena tumben-tumbenan saya ngasih dia sesuatu. Wong biasanya dia terus kok. "What was that for?" suaranya terdengar bingung di telepon. "Consider it a late birthday present. Waaay too late," jawab saya. Ya gimana nggak telat, wong ultahnya Mei tapi saya baru ngasihnya Oktober! Haha! "But I didn't do birthday anymore since last year," sahutnya. Saya tertawa. "But why?" tanya saya lebih lanjut. "I want to freeze the time…" Jawabannya membuat saya ngakak jaya. Memangnya dia siapa bisa membekukan waktu? Tapi gara-gara hoax kemarin itu saya seperti dipaksa untuk mikir...

Oh, Jakarta!

Image
Gambar diambil dari sini . Ini Jakarta, kata lain untuk Necropolis, tempat bersemayam manusia-manusia tanpa hati dan tanpa kemauan berpikir… Saya mau cerita tentang beberapa minggu lalu di Pasar Rebo… Awalnya adalah ajakan "kencan" bapak beranak satu di sudut Bogor. Karena saya buta daerah situ, ya saya ajak "pemandu pribadi" saya yang hampir seumurhidup bermukim di Ciawi. Setiba kami di sana, kami cekikikan seru sekaligus takjub melihat bayi lelaki umur tujuh bulan sedang berenang di kolam plastik. Nggak berasa sudah malam. Menembus gerimis saya diantar ke Baranangsiang sama Mas Pemandu merangkap ojek. Fuck! Bus AC ke Lebak Bulus atau ke mana pun sudah nggak ada. Walhasil naik yang bukan AC. Sudah jam sembilan lebih, saya agak khawatir. Bukan apa-apa, saya agak-agak parno dengan angkutan publik yang nggak familiar. Udah sering ngalamin mulai dari yang digrépé, diajak ngobrol mesum, sampai dicopet. Tapi sebagai perempuan mandiri (cieee…) ya saya harus be...

Revenge, Anyone?

Image
Gambar diambil dari sini . Living well (and happy, for sure) is the best revenge  - George Herbert (1593-1633), an English poet, orator, and an Anglican priest. Dalam risalah Muhammad SAW dikisahkan betapa tabah manusia pilihan itu menerima lemparan kotoran di wajah. Dalam kisah Katolik pun diceritakan betapa Yesus bersabar memberi pipi kirinya saat yang sebelah kanan ditampar. Hampir selalu kedua dongeng ini didengungkan ketika berhadapan dengan orang meyimpan dendam, seakan menjadi manusia dengan kestabilan emosi luarbiasa semudah contong ini memaki “ fuck you! ”. Sini saya beritahu: kamu nggak harus begitu. Sebagai manusia biasa sekaligus perwujudan hasil evolusi terbaik dan paling pungkas, kita punya yang namanya mekanisme pertahanan diri ( self-defense mechanism ). Nggak hanya berupa bunyi berisik dalam perut saat lapar atau reflek menarik tangan dari panci panas yang sangat fisiologis, secara psikologis pun kita punya mekanisme tersebut. Beberapa luka mental d...

Tentang Ibu Lagi

Image
Anakmu bukan milikmu Mereka putra-putri yang rindu pada diri sendiri Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau, Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu. Berikan mereka kasihsayangmu, tapi Jangan sodorkan bentuk pikiranmu, Sebab mereka punya alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya, Tapi tidak untuk jiwanya, Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, Yang tiada dapat kau kunjungi meskipun dalam impian. Kau boleh berusaha menyerupai mereka, Namun jangan membuat mereka menyerupaimu. Sebab kehidupan tak pernah berjalan mundur, Pun tidak tenggelam di masa lampau. Kaulah busur, dan anak-anakmu  Adalah panah yang meluncur… - Kahlil Gibran Waktu ngetik ini saya sedang kenyang jiwa-raga. Pagi saya terbuat dari tidur nyenyak semalam, nasi goreng bikinan Bu Anggi berbasuh teh manis panas buatan Babab. Sebagai anak jarang pulang dan ( keukeuh ) tinggal sendiri, hal-hal seperti itu yang terkadang bikin melankolor di kamar kos. Apalag...

Reminiscing: You

Image
picture taken from here In the beginning there was the word... (John 1:1) For the love of reading I drank down the words like there's no tomorrow, quenching the thirst I never felt existed.   For the love of scribing I wrote my presence, stroking each alphabet with the fervor of The Marquis writing his oubliette with his own feces. For the love of life I questioned the death, reasoning to the point of no answer, no evidence: just another question that I swallowed alone, quietly. For the love of death I chewed the sinful fruit of life where nothing is wrong and every thing's just right (even the Death herself who creeps under your skin, taking sure steps in each of our birthday). For the love of night I fornicate the day, making her pregnant with curses and blasphemies, sunup to sundown. For the love of day I wide awake in my sleepless nights, exonerating the ugly, engorging "I" into selfless absolution and wash away the pride when the first adzan s...

The Lies, The Truth, The Hurts

It takes one to know one. Perempuan cantik bertubuh sintal menyesap lemon squash segar di hadapan. Semburat jambon memperindah sepasang bibir seksi mengerucut di ujung sedotan. Refleks, otakku bermain sedikit nakal: bagaimana rasanya menjadi serpihan es batu, tergelincir turun dalam tenggorokan jenjang yang ceruknya pas sekali untuk dihujani ciuman? Tak akan kau dapati lelah maupun gundah dalam derai tawa menyenangkan yang gemanya seperti mengetuk inti jiwamu terdalam, memberimu hangat dengan energi yang entah dari mana, lalu seketika merambat menjalari seluruh pembuluh darahmu. Derai, yang seringkali didahului kisah menggigilkan tulang, membuatku berpikir bagaimana mungkin ada perempuan sebegini sempurna dengan beauty-brain-body-behavior dalam satu sosok ibu tangguh yang tak jera berbagi pengalaman hidup pada sosok cupu sepertiku? Ia tak habis pikir mengapa beberapa orang tak bosan mengenakan topeng pencitraan, di depannya yang "telanjang". Ah, mungkin dia hanya te...

Tentang Memilih Mati

Image
There is only one God and His name is Death. And there is only one thing we say to Death: “Not today.”   - Syrio Forel, the Dancing Master from Braavos to Arya Stark in Game of Thrones Jika diperbolehkan, apa yang kamu pilih sebagai cara untuk mati? Atau, jika kau mengidap penyakit dan semua obat hanya bisa memperpanjang umur—dengan susah payah—tanpa bisa menyembuhkan, akankah kau pilih mati? Jika kamu Oregonian penyakitan sekarat dan prognosis menyatakan hidupmu tinggal hitungan bulan, maka kamu bisa bunuh diri secara legal dan dilindungi undang-undang negara bagian. Namanya Death with Dignity Act. Terdengar kejam? Negara terlalu riweuh ngurusin masalah personal? Website resmi di sini . Teruskan baca dan saya kasih spoilernya. Ada Bu Cody Curtis, perempuan/istri/ibu/anggota masyarakat usia lima tiga yang berfungsi secara penuh dan dicintai keluarga dan teman-temannya. Seringnya sakit menghebat di perut membawanya ke dokter dengan hasil liver yang k...

Tentang Karakter

Image
DISCLAIMER: Akan banyak link. Nggak usah protes!  Gambar diambil dari sini . Cantik, dan pesannya positif sekali. No matter how hard you fall, it's how to get up that counts. Pada suatu malam yang iseng, saya dan beberapa setan biadab belahan jiwa ngobrol-ngobrol tentang... JAV . Saya yang penggemar hentai agak mengernyit mendengar mereka ngomongin betapa seksinya squirt, karena rintihan imut "motto, motto oni-chaaan... kimochiii..." yang mirip tikus kejepit pintu berulang-ulang sampai mampus itu jauh lebih unyu. Dulu saya sempat tergila-gila dengan anime Bleach  yang setiap ada episode baru selalu saya unduh sampai hard disk saya penuh. Di playlist saya juga ada The Seatbelts , Tokyo Ska Paradise Orchestra  dan Depapepe  diantara Symphony X, Apocalyptica, RATM dan Homicide. Belum lagi karya-karya Makoto Shinkai dan Akira Kurosawa -dono yang nggak bosan-bosan saya tonton. Dan saya selalu bermimpi sekolah di gerbong kereta tua seperti T...