Posts

Halo, Sevel!

Image
Gambar diambil dari  sini   Tau Sevel? Itu, lho, 7-Eleven, tempat nongkrong (yang katanya) murah dan buka 24 jam di sekitaran Jakarta. Karena akses nggak kenal libur dan Wi-Fi gratisan, saya jadi sering ke sana. Entah nebeng garap kerjaan atau cuma nongkrong janjian dengan teman. Saking seringnya saya ke sana, saya jadi kebal dengan riuhnya dedek-dedek bercelana gemes atau kakak-kakak hipster. Tapi satu hal yang saya nggak kebal: buta kebersihan. Dua gambar itu saya ambil jam 3 pagi hari Senin, 7 Mei 2012. Meja yang letaknya ada diantara dua tempat sampah sebesar dosa tak terampuni yang kanan itu tadinya berisi tiga mas-mas yang sepertinya masih kuliah tingkat akhir. Gambar yang satu lagi tepat berada di sebelah meja saya, dengan tempat sampah yang sama besarnya diantara kami. Jika mata dan nuranimu jeli, kamu akan lihat ada yang salah dengan kedua gambar tersebut: sampah. Mengingat letak tempat sampah yang hanya sejangkauan tangan, usaha bukanlah jadi masalah ...

Class, Anyone?

Image
Bisa baca kan tulisan dalam gambar di atas? Saya capture dari thread salah seorang teman di grup. Membacanya, alis saya berkerut. Sebagaimana sering saya lakukan ketika sedang membaca tesis post-graduate yang harus saya terjemahkan, berita tentang fatwa haram MUI, laporan studi banding anggota kewan, keanehan kasus Gereja Yasmin, Filadelfia, dan Ahmadiyah, atau artikel di website Ar Rahmah. Saya tidak hendak menyerang si penulis secara personal, tapi ada banyak hal yang membuat saya gatal ingin komentar.  Pertama adalah pendapatnya tentang bergaul dan berteman. Seumur-umur saya numpang hidup di planet Bumi, saya kenal banyak orang hanya demi memenuhi kebutuhan sebagai mahluk sosial, bukan mahluk pekerja. Apalagi mahluk penjaga citra. Tapi jujur saja, saya banyak dapat pekerjaan dari pertemanan. Seringkali saya dapat SMS atau surel dari calon klien yang bilang, “Mbak, saya dapet nomer/alamat ini dari Mas/Mbak Anu, mau minta tolong terjemahin. Rate-nya berapa ya?” Ujung-...

About the Girl, About the Boy

Image
Gambar dari sini . Kalo sebagus ini nggak mungkin gue yang gambar kan? Her: Lu tau nggak? Seringkali jadi cewek pintar yang secara fisik nggak menarik itu menyebalkan Him: Why? Her: Cowok--nggak yang pintar atau yang bego--akan selalu tertarik sama cewek bego tapi seksi. Abis mereka having relationshit sama cewek bego karena bisa ngewe-ngewe bahagia, mereka kemudian akan pergi ke cewek pintar untuk 'selingkuh intelektual' dan merasa tertantang secara aman karena cewek pintar ini akan terlalu pintar untuk dapat ditaklukkan dengan komitmen berisi janji surga penuh madu buatan Him: Tapi itu berarti nggak ada yang pintar dua-duanya, karena masing-masing mengandalkan keberadaan lawan jenisnya untuk merasa eksis. Bukan begitu? Her: Ini bukan lagi masalah pintar atau bego diantara si cewek pintar dan si cowok bego/pintar. Tapi masalah posisi tawar dimana perempuan yang terlihat tangguh atau tomboy seperti layak dibanting tanpa ada rasa bersalah dari si lelaki. Karena itu ...

Catatan Kecil tentang Kekerasan

Image
Salah seorang penyintas suku Hutu yang disiksa oleh Milisia Hutu ‘Interahamwe’. Dia dicurigai bersimpati pada pemberontak Tutsi di Rwanda, Afrika. ©1994 James Nachtwey , USA, Magnum Photos for Time. The Roots of Violence: Wealth without work; Pleasure without conscience; Knowledge without character; Commerce without morality; Science without humanity; Worship without sacrifice; Politics without principles. - Mahatma Gandhi Bayangkan… Ada mbak cantik-seksi-wangi-cerdas yang dibanting pacarnya, dikata-katain lonthé nggak laku di BBM maupun di depan mukanya. Lalu ada mbak Kaukasian yang tambah dibengepin lagi oleh suaminya waktu bengepnya nggak bisa disamarkan dengan perangkat dandan saat mereka hendak kondangan. Kemudian ada lagi mbak-mbak pekerja di LSM anti-kekerasan yang lebam-lebam karena pasangannya selama dua belas tahun mendadak bersumbu pendek dan hal kecil bikin dia ringan tangan. Dan dalam semua peristiwa itu, para penyintas—survivor—hampir terlambat diselamatkan. ...

Jelata Menggugat!

Image
Gambar dari sini Dear para seleb dunia maya—yang beberapa diantaranya mungkin adalah teman saya, Sebelumnya maafkan saya yang bukan siapa-siapa ini karena berani nulis yang bakal bikin telinga menghangat dan benak berputar mencari pembenaran. Tapi saya tetap akan melakukannya karena saya, jelata, sudah muak dengan kelakuan kalian yang semena-mena meng-abuse posisi. Dan ini alasannya: 1. Kicauan yang nggak strategis Oke, kalian berniat baik membagi informasi tentang apa yang kalian tahu. Tapi membanjiri linimasa dengan hal-hal yang bisa saya baca sendiri tautan Wikipedia-nya adalah kesia-siaan dan buang-buang energi. Mendingan ngasih kuliah twitter dari pengalaman sendiri dan nggak ada tautannya. Even better: MENULIS! Jangan bisanya cuma berkicau, mantun nggak jelas tapi melempem kalo diajak nge-G+ atau ngeblog macam menkominfo. Terus ngeblok deh kalo diprotes. Dihidupkan lagi itu blog yang udah hiatus berabad-abad sampe ditempatin sarang laba-laba (atau malah lupa punya h...

Sentimental Sunday: Need A Hug?

Be kind; for everyone you meet is fighting a hard battle. Katanya sih setiap jiwa memanggul salibnya sendiri-sendiri. Makanya kita mesti berbaik-baik sama orang lain. Kasihan kan kalau salibnya terlalu berat dan muka ramah pun nggak dia temukan di perjalanan. Betul-betul double jackpot apesnya. Saya jelas bukan orang baik. Tapi muka tong sampah saya yang menjadi tempat muntah bagi beberapa orang asing yang saya temui di beberapa persinggahan mungkin bisa dikategorikan sebagai baik. Nggak, bukan berarti muka saya ramah. Bodoh, mungkin. Dan sepertinya wajah bodoh itulah yang membuat mereka nyaman curhat ke saya karena orang bodoh biasanya mudah percaya dan mudah menyediakan telinga tanpa banyak pertanyaan. “Kebaikan” lain yang mengikuti di saat seperti itu ya hanya diam dan mendengar semampu saya, atau pergi jika saya bosan. Tapi saya senang demi mengetahui makna dibalik gestur curhat orang-orang itu: mereka mempercayai saya. Itu mewah, lho. Hari gini, yang kenal aja sering tipu-...

Jumatan: God, Anyone?

Image
Gambar dicolong dari http://goo.gl/rhBBg Apakah Tuhan... berkehendak mencegah kejahatan tapi Dia nggak mampu? Berarti Tuhan nggak maha kuasa, dong.   mampu mencegah kejahatan tapi Dia nggak mau? Yah... Tuhannya kejam.  mampu dan mau mencegah kejahatan? Lantas, kenapa kejahatan masih ada? nggak mampu dan nggak mau mencegah kejahatan? Terus, kenapa masih menyebutNya sebagai "Tuhan"? -- Epicurus   Jadi, menurutmu gimana?  

On the Road

Image
Gambar dicomot dari http://goo.gl/LG8SI Nggak kok. Meskipun judulnya seperti itu, tapi saya nggak berniat ngomongin kitab suci para pejalan yang ditulis Yang Maha Mulia Nabi Seluruh Petualang Jack Kerouac AS. Saya cuma mau cerita perjalanan Radiodalam-Blok M-Bekasi yang saya lakukan siang-siang pukul satu. Agak aneh memang, karena biasanya saya selalu lebih nyaman pergi malam. Nggak ada terik matahari menikam punggung, nggak ada pemandangan seperti gambar di atas, nggak ada riuh berisik klakson kendaraan yang tak sabar menunggu antrian jalan. Tapi demi menjawab kekhawatiran Bu Anggi, ya saya bela-belain pulang lah biar terbukti masih hidup. Haha. Ini yang saya temui dalam perjalanan: 1. Pengamen Iya, banyak sekali pengamen bahkan di satu bis kota, bergonta-ganti nggak saling rebutan. Di Metro Mini 72 itu yang pertama tampil adalah bapak tua bergigi jarang yang ramah sekali. Pas naik saya pikir bis ini mempekerjakan usher selain kondektur penarik ongkos. Setelah beliau bersa...

About A Job

Image
It's all the same. No pain or sorrow. I am just indifferent. And it's just a job - Death in Sandman by Vertigo Comics, that I forgot which edition and don't want to waste my precious time to track it down. But isn't she pretty? My friend once said that an onion peeler is still a profession. She works her ass off to peel the onions, meeting the target with all of the process she must endure--tears and sore thumbs--daily, with one or two whining. He also pointed out series of pictures of an attendant in a mosque's toilet in the outskirt of a remote area when he stopped by for a rest. What he thought to be a short stop turned out into a half day, thanks to the toilet attendant's integrity for his job. It was his creed that astonished my backpacking friend: I can't do anything but doing my best, though it's only for a toilet. It's not for me. It's for people like you who longs for a rest and relief comfortably. The mosque was the on...

Death, Anyone?

Image
Upacara Pembakaran Mayat, ©2008 Ed Wray, AP Photo  Death is before me today: Like the recovery of a sick man, Like going forth into a garden after sickness. Death is before me today: Like the odor of myrrh, Like sitting under a sail in a good wind. Death is before me today: Like the course of a stream, Like the return of a man from the war-galley to his house. Death is before me today: Like the home that man longs to see, After years spent as a captive.  - Dream in The Sandman #8: The Sound of Her Wings p. 19-20 by Vertigo Comics Saya selalu takjub dengan kematian. Ada begitu banyak misteri meliputinya. Ia seperti wilayah gelap tak berlampu, seperti hutan angker yang dikeramatkan namun juga disembah karena keangkerannya. Sebagian besar manusia menganggap kematian sebagai hal menakutkan karena tidak ada seorang pun yang pernah kembali dari kematian yang betul-betul mati. Tak seorang pun tahu betul bagaimana rasanya di "sana". Yan...