Posts

Attitude, Anyone?

Image
Courtesy of Lugu Gumilar , disedot pas orangnya lagi makan di seberang meja Hidup bukan sekadar menunggu badai reda, tapi tentang bagaimana menikmati berdansa di bawah hujan - Anonim Duluuu sekali ternyata saya pernah “mencela” teman perempuan yang—menurut saya—cantik, bohay, wangi, menarik dan bobokable. Sempat saya berpikir jika saya diberkahi dengan bentuk bodi mematikan—eh, koreksi, menggiurkan—seperti itu pasti saya akan jauh lebih bitchy dari sekarang dan saya pasti punya lebih banyak piaraan mas-mas baik yang tunduk di bawah kaki saya. Tapi tenyata mentalnya cemen. Cuma segitu aja. Kejadian deh sebaliknya: alih-alih membuat lelaki bertekuk lutut di sudut kerlingnya, dia malah terkuple-kuple mengemis perhatian cowok chauvinis abis yang melumpuhkan fungsinya sebagai manusia karena kemana-mana diantar-jemput, makan dibeliin, cuma cebok aja yang nggak dicebokin. But, hey… mungkin dia senang dibegitukan. Merasa jadi perempuan utama yang berada di daftar teratas prioritas lela...

What I Think When I'm Riding

Image
Gambar nyomot dari koleksi wallpaper, lupa nyedot dari mana Nothing behind me, everything ahead of me, as is ever so on the road  - Jack Kerouac , On the Road Lari 90 atau 100 km/h emang gokil sih. Tapi kalo ada anjing item nyebrang nggak keliatan dan gue telat ngerem, apa kabarnya ya? Must. Resist. To. Crash. On. That. Battered. Truck!!! (kalo nggak gue bakal tetanus, soalnya berkarat semua) Dije jani, kleng? Terpujilah siapapun yang pertama kali punya konsep bikin sate, dan semua orang yang mengembangkan ide itu sampe jadi bermacam-macam. Mereka adalah orang yang pantas menempati surga! Kalau ada. Should there be fourth, fifth, sixth, seventh dimension, how many the invisibles I crash right now? I wonder... Mesti maketin HDD external. Sabar ya, Ndul. Tadi spaghetti-nya Emak enak sekali... He's getting weird by the day, dying and craving for attentions that he didn't get. Poor him. No one told him that he's wrong. Or perhaps they did but he ignor...

Resurrection: Bersihin Kamar adalah Kunci!

Nasihat adalah cara seseorang memperingatkan dirinya sendiri melalui kesotoyannya dalam memandang masalah orang lain. Itu juga kalau dia sadar dirinya bermasalah. Jadi, ketika saya mengetikkan ini, kata pojok kanan atas layar ponsel saya sudah jam 3:29 pagi waktu Ubud dan sekitarnya. Saya nongkrong di lantai teras nan duwingin mampus ditemani suara jangkrik, kodok, dan sesekali lolongan anjing tetangga sementara menunggu lantai kamar kering sehabis dipel. Eh? Dini hari ngepel? Iya. Saya sedang terapi membenahi diri. Karena saya kangen Bu Anggi. Di suatu masa yang rasanya seperti berabad-abad lalu saya pernah diberi wejangan oleh beliau bahwa manusia seringkali dikenang BUKAN dari hal-hal besar yang dilakukannya, melainkan dari tindakan-tindakan remeh yang diperbuat dengan tulus. Dan lagi-lagi kata Bu Anggi, percuma juga mengandai-andai melakukan sesuatu yang besar jika satu tindakan kecil saja gagal terlaksana. Dan entah kenapa saya berasa mak nyos ketika mengasosiasik...

Sekadar Pengingat

Penyair adalah mahluk aneh yang bisa mengubah kopi, rokok, malam dan hujan menjadi larik-larik puisi. Saya bukan penyair. Penulis pun bukan. Malu rasanya mau ngaku-ngaku penulis tapi nggak pernah ada satupun karya yang naik cetak. Kan nggak proven and tested jadinya. Nggak kayak temen saya Elia Bintang yang diam-diam sudah bikin 3 novel. Iya, TI! GA! Tapi saya pengen bisa nulis kayak dia, konsisten dan punya napas panjang, telaten ngetik dan baca, dan sabar menjalani proses dari awal hingga selesai. Tapi gini deh, tak kasih ilustrasi: bagaimana rasanya kehabisan bensin di tengah jalan yang tepian kanan-kirinya cuma sawah dan purnama dini hari telah tergelincir turun menunggu aplusan dengan matahari? Buat yang suka parno sama benda-benda tak kasat mata sih pasti bakal bete. Saya? Ya paling minggir, nyalain rokok, poto-poto jika baterai di kamera ber-hp (eh, kebalik ya?) masih cukup atau kebetulan bawa powerbank sambil nunggu pagi dan nunggu orang baik lewat untuk membelikan say...

Time Stands Still

Image
Picture taken from  here . Real generosity towards the future lies in giving all to the present. -  Albert Camus . So, what are we? Sleeping mates. What else? You sure? Yes. Great. You answer my needs, then. Glad to hear that. But do you need me as I need you? I don't know. Why? Well... I don't need people that much. I am self-provided. Seriously? Yes. But why did you say yes? I don't know. Maybe I'm just lonely. Same here. It takes one to know one, you see. But... Hey, it's okay. I take you as a gift. Why? Because first, it's fun to be with someone who knows and accepts me for who I am. Second, it's great to have a hug or two by a friend. Third, well... because you listen.  That's it? Yes. So where's the "gift" part of me, then? Let me put it this way: have you ever been to the point where you don't need anything anymore? When you fee...

Karena Memaksa adalah Kejahatan!

Image
Video di atas itu aneh karena bisa bikin emosi saya campur-aduk sampai mirip muntahan kucing. Ya gimana nggak? Ide kampanye pencegahan perdagangan perempuan di Eropa terjewantahkan dengan teramat sangat keren di situ. Tapi menit ke-1.24 saya hampir menangis. Miris. Saya nggak menutup mata. Beberapa hal yang sulit dilakukan memang ada: ngarep, menyuarakan pendapat berbeda, merebut apa yang menjadi hak, dan membantu yang kesusahan. Sulit, tapi nggak mustahil. Dan suatu hari saya ketanggor tulisan seorang emak-emak bule funky berputra dua. Namanya Magda Pecsenye . Kamu bisa longok twitternya di @AskMoxie . Dia  menulis surat untuk para permata hati dengan bahasa sederhana namun pikiran aduhai terbuka. Saya takjub. Bukan karena dia bule, bukan karena dia tinggal di Ann Arbor, Michigan, Amrik. Tapi karena dia berusaha mencegah anak-anaknya menyumbang masalah terbesar dalam peradaban manusia: pelecehan hingga perkosaan pada perempuan. Ini saya terjemahkan buat kamu yang terkendala...

Catatan 3: About A Place

Image
Sometimes you want to go where everybody knows your name - Lagu pembuka serial Cheers yang jaman kecil dulu sering saya tonton Pernah dejavu? Berasa kayak udah pernah ngalamin kejadian yang pas saat itu dialami? Selama di Bali sini ya saya kayak dejavu gitu. Berasa nggak kemana-mana, padahal udah nyebrang laut dan pindah pulau. Kok bisa, Pit? Jadi gini… (Siap-siap. Akan selalu ada cerita panjang setelah “jadi gini…”) Tumpukan bata merah itu perapian tempat bakar pizza karena sebelum jadi kedai kopi tempat ini sempat jadi kedai pizza. Kasihan pizza. Dia pasti berdosa seka li sampai dibakar seperti itu... Tahu kan kalo sejak Januari pantat saya ada di Bali? Nah, beberapa hari setelah puas gegulingan sama bocah monster gundul-gendut-unyu, anaknya ibu asuh saya nan seksi dan baik hati, seorang mbak baik yang sudah duluan “buka jalur” di sini ngajak saya ke satu kedai kopi. Namanya Kopi Kultur , gampangnya ya KK. Dia langsung ngenalin saya ke semua orang yang ada...

Parenting, Redefined

Image
Bagian punggung salah satu kaos oblong yang saya punya, desain oleh Kakak Ping Setiadi . Sila kontak dengan klik link tersebut jika berminat. Orang tua terkadang lupa bahwa mereka juga sempat menjadi anak. Entri ini diketik beberapa jam setelah saya SMS-an sama Babab, barengan Galagher bersaudara yang lamat terdengar namun terkalahkan desing angin Kesanga lewat tengah malam di pelosok Bali. Iya, si Babab, bapak saya itu, mak bedunduk ujug-ujug tanya kabar apakah saya baik-baik saja. Padahal biasanya iseng SMS cuma laporan ada kerabat atau tetangga meninggal, atau sedikit bergosip kalau dia sedang motret nikahan siapa gitu. Atau mungkin itu pertanyaan titipan dari Bu Anggi yang suka belagu nggak mau berkabar duluan. Hihi. Ibu dan Babab itu pasangan ortu unik. Mereka terkadang sering jaim karena hubungan kami dibilang jauh ya dekat, dibilang dekat ya nggak begitu juga. Tapi mungkin memang begitu ya hubungan ortu-anak yang sudah bersama puluhan tahun dengan bocah-bocah yang me...

Catatan 2: Achievement, Anyone?

Friendship is like Darwin’s theory, anyway. It sorts out, adapts, evolves. And only the fittest survives. Halo, Pit! Apa kabar? Halo juga, Mas! Kabar baik… masih gendut. Haha! (tertawa getir) Kalo itu sih nasib, Pit. Udah nggak bisa diubah. Suratan takdir! (tepuk-tepuk punggung) Oke… jadi, kita wawancara kan? Emang gue punya pilihan lain? (muka memelas) Ya udah. Pertanyaan pertama: umur segini, pencapaian lu apa? Buset! Langsung digertak gini gue! Haha! Pertanyaan lu nggak ada yang lebih gampang?! Udah, jawab aja… Ummm… (elus-elus dagu) Kalo untuk diri sendiri, gue bisa bilang kalo hidup gue tercukupkan. Pencapaian gue udah puncak, setidaknya untuk sekarang. Gue punya keluarga kandung yang—meskipun nggak sempurna—lumayan bahagia, berkecukupan meskipun hanya buat diri sendiri, dan masih bisa berbagi meski sedikit. Gue punya tempat nongkrong nyaman dan keluarga sambung meskipun di tempat baru, yaitu orang-orang yang bisa gue sebut teman. Mereka baik, bahkan sampe ada ...

Kita Lahir dari Kemesuman: Tentang Seksualitas

Image
Gambar dicomot dari sini . Hey, don't knock masturbation. It's sex with someone I love. - Woody Allen as Alvy Singers in Annie Hall Owkey. Saya yakin semua orang yang nyasar sampe ke rumah virtual saya ini sudah pada gede, jembutnya juga sudah banyak, dan saya yakin pemikirannya juga sudah dewasa, nggak seperti bocah yang kalo nggak suka lalu ngambek. Jadi, saya akan ngomong blak-blakan aja. SAYA. MAU. NGOMONGIN. SEKS. Iya. Seks. Kelamin. Organ reproduksi. Hal paling pribadi di tubuh manusia. Dalam konteks ilmiah dan serius. Bukan buat bercanda. Itu juga kalau saya mampu. Jadi begini… Saya bisa bilang saya beruntung. Sedari kecil saya dan adik belajar tentang seksualitas sendiri dari sumber paling terpercaya: orang tua. Awalnya sederhana, belajar membedakan kelamin lelaki dan perempuan sambil mandi bersama, dan belajar menghormati kelamin sendiri dan orang lain dengan tidak mengumbar atau mencela organ tersebut sembarangan. Ibu saya mungkin adalah o...