Posts

Karena Memaksa adalah Kejahatan!

Image
Video di atas itu aneh karena bisa bikin emosi saya campur-aduk sampai mirip muntahan kucing. Ya gimana nggak? Ide kampanye pencegahan perdagangan perempuan di Eropa terjewantahkan dengan teramat sangat keren di situ. Tapi menit ke-1.24 saya hampir menangis. Miris. Saya nggak menutup mata. Beberapa hal yang sulit dilakukan memang ada: ngarep, menyuarakan pendapat berbeda, merebut apa yang menjadi hak, dan membantu yang kesusahan. Sulit, tapi nggak mustahil. Dan suatu hari saya ketanggor tulisan seorang emak-emak bule funky berputra dua. Namanya Magda Pecsenye . Kamu bisa longok twitternya di @AskMoxie . Dia  menulis surat untuk para permata hati dengan bahasa sederhana namun pikiran aduhai terbuka. Saya takjub. Bukan karena dia bule, bukan karena dia tinggal di Ann Arbor, Michigan, Amrik. Tapi karena dia berusaha mencegah anak-anaknya menyumbang masalah terbesar dalam peradaban manusia: pelecehan hingga perkosaan pada perempuan. Ini saya terjemahkan buat kamu yang terkendala...

Catatan 3: About A Place

Image
Sometimes you want to go where everybody knows your name - Lagu pembuka serial Cheers yang jaman kecil dulu sering saya tonton Pernah dejavu? Berasa kayak udah pernah ngalamin kejadian yang pas saat itu dialami? Selama di Bali sini ya saya kayak dejavu gitu. Berasa nggak kemana-mana, padahal udah nyebrang laut dan pindah pulau. Kok bisa, Pit? Jadi gini… (Siap-siap. Akan selalu ada cerita panjang setelah “jadi gini…”) Tumpukan bata merah itu perapian tempat bakar pizza karena sebelum jadi kedai kopi tempat ini sempat jadi kedai pizza. Kasihan pizza. Dia pasti berdosa seka li sampai dibakar seperti itu... Tahu kan kalo sejak Januari pantat saya ada di Bali? Nah, beberapa hari setelah puas gegulingan sama bocah monster gundul-gendut-unyu, anaknya ibu asuh saya nan seksi dan baik hati, seorang mbak baik yang sudah duluan “buka jalur” di sini ngajak saya ke satu kedai kopi. Namanya Kopi Kultur , gampangnya ya KK. Dia langsung ngenalin saya ke semua orang yang ada...

Parenting, Redefined

Image
Bagian punggung salah satu kaos oblong yang saya punya, desain oleh Kakak Ping Setiadi . Sila kontak dengan klik link tersebut jika berminat. Orang tua terkadang lupa bahwa mereka juga sempat menjadi anak. Entri ini diketik beberapa jam setelah saya SMS-an sama Babab, barengan Galagher bersaudara yang lamat terdengar namun terkalahkan desing angin Kesanga lewat tengah malam di pelosok Bali. Iya, si Babab, bapak saya itu, mak bedunduk ujug-ujug tanya kabar apakah saya baik-baik saja. Padahal biasanya iseng SMS cuma laporan ada kerabat atau tetangga meninggal, atau sedikit bergosip kalau dia sedang motret nikahan siapa gitu. Atau mungkin itu pertanyaan titipan dari Bu Anggi yang suka belagu nggak mau berkabar duluan. Hihi. Ibu dan Babab itu pasangan ortu unik. Mereka terkadang sering jaim karena hubungan kami dibilang jauh ya dekat, dibilang dekat ya nggak begitu juga. Tapi mungkin memang begitu ya hubungan ortu-anak yang sudah bersama puluhan tahun dengan bocah-bocah yang me...

Catatan 2: Achievement, Anyone?

Friendship is like Darwin’s theory, anyway. It sorts out, adapts, evolves. And only the fittest survives. Halo, Pit! Apa kabar? Halo juga, Mas! Kabar baik… masih gendut. Haha! (tertawa getir) Kalo itu sih nasib, Pit. Udah nggak bisa diubah. Suratan takdir! (tepuk-tepuk punggung) Oke… jadi, kita wawancara kan? Emang gue punya pilihan lain? (muka memelas) Ya udah. Pertanyaan pertama: umur segini, pencapaian lu apa? Buset! Langsung digertak gini gue! Haha! Pertanyaan lu nggak ada yang lebih gampang?! Udah, jawab aja… Ummm… (elus-elus dagu) Kalo untuk diri sendiri, gue bisa bilang kalo hidup gue tercukupkan. Pencapaian gue udah puncak, setidaknya untuk sekarang. Gue punya keluarga kandung yang—meskipun nggak sempurna—lumayan bahagia, berkecukupan meskipun hanya buat diri sendiri, dan masih bisa berbagi meski sedikit. Gue punya tempat nongkrong nyaman dan keluarga sambung meskipun di tempat baru, yaitu orang-orang yang bisa gue sebut teman. Mereka baik, bahkan sampe ada ...

Kita Lahir dari Kemesuman: Tentang Seksualitas

Image
Gambar dicomot dari sini . Hey, don't knock masturbation. It's sex with someone I love. - Woody Allen as Alvy Singers in Annie Hall Owkey. Saya yakin semua orang yang nyasar sampe ke rumah virtual saya ini sudah pada gede, jembutnya juga sudah banyak, dan saya yakin pemikirannya juga sudah dewasa, nggak seperti bocah yang kalo nggak suka lalu ngambek. Jadi, saya akan ngomong blak-blakan aja. SAYA. MAU. NGOMONGIN. SEKS. Iya. Seks. Kelamin. Organ reproduksi. Hal paling pribadi di tubuh manusia. Dalam konteks ilmiah dan serius. Bukan buat bercanda. Itu juga kalau saya mampu. Jadi begini… Saya bisa bilang saya beruntung. Sedari kecil saya dan adik belajar tentang seksualitas sendiri dari sumber paling terpercaya: orang tua. Awalnya sederhana, belajar membedakan kelamin lelaki dan perempuan sambil mandi bersama, dan belajar menghormati kelamin sendiri dan orang lain dengan tidak mengumbar atau mencela organ tersebut sembarangan. Ibu saya mungkin adalah o...

... And the Devil May Cry: Atheism 101

Image
PENYANGKALAN: Isi tulisan berikut akan seperti judulnya, dan kebenaran (menurut mereka yang menganggap ini benar) di dalamnya akan saya sampaikan dengan bahasa selembut mungkin. NOT! Hihi. Bagi pengunjung parno silakan keluar dengan baik-baik. Mau misuh-misuh dulu di kolom komen juga nggak papa. Bagi yang punya iman, silakan pasang sabuk pengaman dogma. Terima kasih (= Tulisan pada gambar menjelaskan segalanya. Nggak usah pake link lagi. Halo! Selamat hari Rabu! Sudah berdoa hari ini? Saya sih nggak. Maafkan jika terkesan belagu. Tapi beberapa tahun belakangan ini saya tersadar kok, berdoa atau nggak itu sama saja. Kita nggak bisa ngeles dari hukum sebab-akibat. Jika suatu hal terjadi sesuai dengan kehendakmu--atau kebetulan kamu mendapatkan hal menyenangkan yang nggak kamu sangka--ya selamat. Berarti kamu beruntung. Teori probabilitas sedang memihakmu. Sesederhana itu. Bukan hasil keajaiban, bukan karena kemudahan yang diarahkan semesta. Dan karena saya sering ...

Catatan 1: Chance, Anyone?

Image
Universe is never kind, nor just, nor gentle, nor evil. Whatever happens, it is its way of balancing to its equilibrium.  Percaya kebetulan terjadi untuk suatu alasan? Saya nggak. Kadang apa yang dinamakan "kebetulan" hanya sekadar hal yang emang udah jatah saya buat ngalamin. Termasuk di dalamnya adalah keberuntungan dan keapesan.   Lalu permohonan yang nggak sengaja terucap dalam hati pada November tahun lalu berbuah tiket pesawat hari Sabtu nanti. Di tengah siklus banjir beberapa tahun sekali yang melanda Jakarta dan sekitarnya saya harus berbenah, memasukkan hidup yang selama ini saya jalani agar muat ke dalam satu ransel (dan satu tas selempang).  Saya nggak mau membebani mbak-seksi-ibu-tunggal yang akan jadi tempat saya menumpang nanti. Jadi, apapun yang terjadi semoga posting kerjaan lancar mampir ke surel supaya saya bisa bantu-bantu bayar tagihan listrik. Kalau nggak betah, Jawa dan seisinya juga nggak bisa menolak saya jika ingin balik lagi. Buk...

Dear Damian...

Image
Sticker Travel Warning di tiang di Gronningen. Gambar diambil dari sini .  Nasionalisme adalah cinta yang berhenti di perbatasan negara. - Pidibaiq Dear Damian, Gimana tour de Java-mu? Menyenangkan? Jadi tahunbaruan di Bromo? Apa kabar latihan nari di Padepokan Bagong Kussudioardjo di Jogja kapan hari itu? Masih ingat gerakannya? Kamu mau pentas buat Agustusan di Itria ya? Kan masih lama. Oh, biasanya di sini kalo Agustusan—perayaan kemerdekaan Indonesia—ada pentas seni gitu di tiap wilayah. Asik sih, biasanya ada anak-anak kecil nari atau nyanyi dan anak-anak mudanya nge-band. Tapi beberapa tahun belakangan ini jadi nggak asik lagi. Soalnya jaman aku kecil dulu yang nari masih bocah-bocah lucu pake lagu anak-anak. Sekarang anak-anaknya malah jejogetan pake lagu India atau house music. Idih! Damian, Maaf ya nyerocos sembarangan. Aku nggak kenal kamu sama sekali. Tapi aku takjub baca linimasamu. Nggak nyangka aja ada manusia setengah bulĂ© niat banget belajar buday...