Posts

I Decide to LIVE!

Bukan salahnya. Gwa aja yang terlalu berharap banyak. Dasar! Beberapa kali trial and error (yang celakanya dapet error terus) masih aja belum bisa ‘nangkep’ maksudnya. Dan gwa lebih bodoh dari keledai: terperosok lagi—entah untuk keberapa kali—ke lubang yang sama. Meski kedalamannya beda. Yah… namanya aja wishful thinking. Harapan yang diucap berulang-ulang layaknya mantra yang kemudian jadi sugesti dan mewujud menjadi sesuatu yang amat sangat didamba. Geblek! Lalu, buku yang lagi gwa baca juga amat sangat mendukung: Veronika Memutuskan Mati bikinannya Paulo Coelho . Menarik, tentang seorang perempuan sederhana dan sempurna secara fisik. Dia memilih bunuh diri hanya karena rutinitas terkutuk yang harus dia jalani tiap hari dan kekacauan dunia yang tidak bisa dirubah. Sikap fatalisnya bikin dia nenggak empat kantung pil tidur dan semaput. Ketika sadar, dia malah ada di Vilette, insane asylum, dan bukan di ' limboland '. Di Vilette itu dia malah menemukan 'cinta' dari o...

Bangun, Sayang...

Tentang harapan yang terhempas, kandas, dan masuk ke dalam lubang tanpa dasar. Tentang resolusi instan yang amat sangat didamba. Tentang seseorang yang bisa menerima diri apa adanya. Dan semua layaknya halimun pagi yang terusir malu ketika mentari datang. Pertanyaan salah-benar jadi hilang makna sekarang. Sudahlah. Lahir sendiri, mati nanti pun sendiri. Jadi, mengapa tidak berjalan saja sendiri? Dalam kerumunan orang banyak sekalipun. Bukan masalah besar. Semua orang melakukannya. Beberapa terpaksa, yang lain karena pilihan. Ini bukan kepengecutan dengan muka tunduk dan bendera putih melambai-lambai di atas kepala. Sama sekali bukan! Kutulis dengan wajah sekeras batu, sedikit gemeretuk gigi yang beradu gemas, dan semangat yang terbebat perban disana-sini karena beberapa kali patah. Tapi (kuharap) tetap mampu menahan hantaman hujan badai sekalipun, karena bekas lukanya menghasilkan baja yang menyatu dalam daging, mengalir bersama darah, menuju jantung, kemudian kembali beredar ke seluru...

How Boyish or Girlish Am I?

You Are 80% Boyish and 20% Girlish You have a tough exterior - and usually a tough interior to match it. You're no nonsense, logical, and very assertive. Sometimes you can't understand women at all, even if you're a woman yourself. You see things rationally, and don't like to let your emotions get the best of you. How Boyish or Girlish Are You? Dapet dari sini nih. Ngakak aja gwa bacanya. Sialan.

Sudahlah...

Kemaren semua header dan stiker ilang. Sekarang shoutbox juga ikut ngadat. Mau mbenerin ga tau caranya, udah diutak-atik begimanapun, karena keterbatasan otak, akhirnya menyerah *keluh* . Bodo ah. Suatu saat nanti juga bener lagi. Gag tau gimana caranya. Haha... *ketawa miris*

Another Crowd, Another Fate, Same World

Image
Tiga kali gwa ngekos di tempat berbeda, dan kebanyakan temen serumah gwa adalah perempuan-perempuan yang kemana-mana pakek tutup kepala bernama jilbab . Meskipun gwa 'kalong' dan perokok, mereka gak ambil pusing. Atau gwa yang terlalu cuek? Gak tau juga ya... =P Dulu gwa pernah ngajarin Bahasa Inggris ke anak-anak SD sekitar kos di mesjid Madrasah Aliyah Negeri. Ceritanya itu adalah kegiatan remaja masjid, dan gwa bukan anggota disana. Hanya karena diajak temen se kos aja makanya gwa ikutan. Mereka juga gak peduli dengan kebiasaan gwa, asal anak-anak itu gak pada tau. Dan ternyata menyenangkan! Setelah yang diajarin bosen, gwa beralih ke bidang yang lebih komersil: jadi tentor. Disini, jujur aja, gwa melacur. Melacurkan otak, waktu, tenaga dan kebisaan yang gwa punya. Kepuasannya gak bisa disandingkan dengan ngajarin anak-anak kampung yang bapaknya cuma tukang parkir atau makan aja kadang susah. Cowok kecil berseragam putih-biru anak pejabat DPRD Jokja yang gwa bimbing itu puny...

'Blue Saturday Night' Syndrome

Malem Minggu kemaren seorang teman datang ke kos membawa martabak terang bulan dan pukis. Entah karena dia bete dengan generalisasi 'malem minggu = love is in the air' atau apa, dia mengeluh tentang beberapa teman perempuannya yang terlanjur ge er ketika dia bertandang ke kos mereka yang jomblo di waktu apel nasional itu. Lalu dia mengenang tentang kepernahannya jatuh cinta. "Cinta itu bikin bego dan goblok serta konyol. Kalo kamu tau hal yang kamu lakukan pada seseorang yang kamu sayang adalah tolol, itu namanya cinta." Hah?! Mungkin gwa yang menyebut diri sebagai 'homo rasionalis' dan selalu (berusaha) berpikir dengan otak dan bukan dengan hati nganggap hal itu gak masuk akal. Atau gwa belum pernah tertimpa nasib buruk bernama falling in love. But to act stupid when I crush on someone is very unreasonable. Buat gwa cinta adalah ketika lo nyaman bersama dengan seseorang dan menikmati hal itu bersama-sama tanpa harus jaim dan over acting. Udah lah. Biarin si m...

Karena Kita Hanya Punya Satu Bumi

Image
Dari dulu gwa paling benci sampah, dimanapun itu. Di lingkungan temen yang sama-sama perokok, gwa malah dijuluki aneh karena sering bawa asbak portable atau mengosongkan asbak lain yang kadang belum terisi seperempatnya. Ketika gwa beli Lotek (semacem gado-gado) sambil bawa food container dan plastik kresek sendiri, yang jual malah bengong. Lha, gwa kan antisipasi biar tempat sampah gak dipenuhi kertas minyak pembungkus. Lagian, untung di dia kan, ga ada biaya wrapping! Gwa gak tau sejak kapan jadi orang yang (sok) sadar lingkungan. Kasian aja liat tukang sampah, Gaji gak seberapa tapi kerjaannya dekil banget. Saking dekilnya, tanya aja anak kecil. Kalo ditanya kalo udah gede mau jadi apa, mana mau mereka jadi tukang sampah, coba? Waktu gwa baru mudik dan tau kalo di lingkungan Perumnas III Bekasi ada radio komunitas di kantor RW, gwa coba siaran bareng temen untuk 'ketok-tular' kebiasaan minimalisasi sampah di sekitar. Tau sendiri lah, Bekasi. Jakarta coret. Daerah gersang-ker...

Recycle, Reborn, Relive

Image
[U2 - Please] I'm a phoenix. I'm going to get older, weaker, uglier, then got an internal combustion that burnt down all over my body till I become what I am before the creation: ashes. I will reborn and rebuild from such ashes. It gives me all the nourishment I need in the process. Like an embryo drinks fetal membrane in a safe and warm womb. In the end... voila! Meet the new me! The cycle never stops. Until my time comes. And I'm proud of being phoenix. Instead of burning, I sorrow. I ache, wounded, pulled up to the sky then fall flat on the face. I've got scars, bruises, even stitches and some broken ribs. But that's allright. I will survive, no matter what. Because i've lived and will continue living. I've fooled, learned, laughed, loved, amazed and petrified by the beauty of the world. Such a waste to give it up while I can be in it one more time. That's why I decide to go on. To hold on another day. I've met another phoenix and fascinated by th...

A Warm Place

Image
Malam ini seseorang di milis kasih ini . Jadi inget lagi sama salah satu tempat nongkrong ternyaman di Jokja. Kongkow tanpa liquor . Gwa emang bukan salah satu pengunjung setia dan gak banyak yang gwa kenal. Wong kesana pun gak akan stay lama kalo gak dibayarin ato janjian. Yang ngajak gwa itu yang banyak kenalannya. Dan... you know, lah. Temen ngenalin ke temennya kan jadi temen juga. Penghambat nongkrongnya masalah klasik bin lawas: duit. Dan atmosfer itu mahal. Gak cuma yang ngambang di awang-awang tapi juga di sekeliling. Gak heran untuk ngopi secangkir disini aja orang harus ngerogoh kocek dalem banget hanya untuk dapet suasana cozy dan asik (dan dipandang keren?). Apalagi kalo ada tempat where everybody knows your name . Sama seperti tempat itu. Walaupun (menurut gwa) lo harus kerja di tempat keren dulu, atau punya posisi apaaa gitu, atau harus jadi manis-cantik-kurus-wangi biar gak malu kalo dapet cupika-cupiki atau cuddles dari Mbak Anik. *Acute Inferior-Syndrome detected!!!*

Putih - Abu-abu = Pinky Blue

Gwa pernah punya pacar nggantheng pol jaman masih pake seragam putih-abu-abu dulu. Bukan mau pamer. Lagian yang bilang cakep bukan gwa koq, tapi temen-temen. Dengan nyokap Manado dan babe Ambon yang jago nge-mix, jadilah wujud cowok keren bernama Rio. Hehe... nyebut merk =P Kami barengan lumayan lama, 8 bulan. Pacaran jijay. Jadian cuma gara-gara pengen tau gimana rasanya punya gandengan. Hah! Gara-gara punya cowok macem dia, gwa pernah dipelototin mbak-mbak cantik di angkot. Pertama si mbak itu naik, matanya udah tertancap pada lelaki di sebelah gwa. Ketika pantatnya mendarat di jok, tu muka seakan gak percaya ketika lelaki itu ngobrol ama gwa dan kami ketawa-ketiwi. Kenape, mbak? Gak rela ada cowok secakep dia jalan ama cewek seitem dan sejelek gwa dan bukan elu?! Waktu itu sih perasaan biasa aja, gak ada gereget atau deg-deg-ser atau apa lah. Wong kita temenan udah lumayan lama. Tapi menyenangkan juga punya seseorang yang selalu nelpon dan datang dengan wajah sumringah, rela dikelu...