"Fuck!" Say I

Because nobody rules over my thoughts. Live with it.

Ndoroku, Ndoromu, Ndoro Kita Semua

Posted by The Bitch on 9/11/2014 07:42:00 PM

Rupamu, Ndor... (Gambar diambil dari sini)


"Lelaki tidak menangis, tapi hatinya berdarah"
- Ndorokakung aka Ndoro Bedhes aka Dek Wi (khusus buat pinisepuh yang rambutnya udah putih semua) aka Lelaki Wangi Pandan

Om-om di atas itu dulu adalah temen saya gojekan meskipun akun twitter kami nggak saling follow-followan. Walau mukanya nakal, ada beberapa hal baik yang sering beliau bagi dengan saya. Misalnya, tebengan mobil ke kost dari tempat nongkrong. Atau sebuah sapaan hangat "Piye, Nduk?" sedetik sebelum beliau mendaratkan bokong yang tergerus zaman ke kursi panjang di depan gerobak angkringan. Kemungkinan besar beliau nggak tau state of mind saya saat itu. Tapi beberapa kali "Piye, Nduk?" itu menyelamatkan kejiwaan saya karena gondok dan sebal tak terkira ke beberapa manusia yang saya nggak bisa tonjok atau maki-maki.

Kesan pertama bertemu beliau mungkin akan menipu (kecuali kamu mbak-mbak ayu-cantik-semlohai) karena beliau bisa sangat kemaki dan mbois meskipun senyuman ramah tak pernah lepas dari wajahnya. Namun karena pengalamannya yang buwanyak dan sangat berwarna, beliau bisa jadi sumber ilmu hidup tak putus-putus dan tak segan berbagi.

Suatu waktu saya pernah membuktikan waktu Time membuat tindakan gokil dengan menampilkan wajah perempuan dari negara Islam yang hidungnya dimutilasi si suami. Saya genjot Ndoro Mbois itu dengan pertanyaan-pertanyaan riwil tak habis-habis, karena latar belakang beliau sebagai PEMRED sebuah harian online terkeren saat itu. Dan beliau kalem-sabar-sembadha meladeni saya dengan jawaban-jawaban yang jauh lebih personal dari sekadar jawaban Mbah Google. Saya seperti habis kuliah jurnalistik yang menyenangkan setelahnya.

Tidak itu saja. Waktu beliau menjabat Manusia Kursi pun saya sempat riwil protes sana-sini. Dan beliau pun selalu kalem dan nyengir menjawabi pertanyaan-pertanyaan dan ketidaksetujuan saya (dan tentang apa itu, saya juga udah lupa).

Tapi satu hal yang membuatnya sangat manusuia: ketika beliau bercerita tentang para buah hati, putra-putrinya. Kamu akan dapati matanya menyala cerlang cemerlang namun teduh. Sangat menyenangkan.

Lalu, kenapa saya mendadak ngeblog soal Ndoro?

Gara-gara artikel ini dan tulisan Tante Ai, salah satu orang hebat lain (yang saya sering ngaku jadi anak (haram)nya) yang saya kenal. Dan karena saya lagi pake kaos ini:


Gambar diambil dari sini. Iya, saya susah move on...


Dan buat para (mantan) blogger lawas, pasti kenal dengan gaya judul di atas (halo! Masih ngeblog?™).

Lalu, kenapa saya ngeblog lagi?

Ummm... Saya kangen orang-orang lama kaya ilmu dan waktu yang bisa saya todong pertanyaan macam-macam dan nggak segan menanggapi.

Saya. Rindu.


Labels:

Comments:

  at: 7:54 PM, posted by Anonymous macangadungan said...

Welcome back. I've been missing you :*

  at: 8:07 PM, posted by Anonymous sandalian said...

Aku juga rindu.

  at: 2:02 AM, posted by Anonymous Nita said...

Cieee, Pito.

  at: 1:06 PM, posted by Anonymous widyarto said...

Wah nongol kagol. Nulis kok mung separo ...

  at: 4:33 PM, posted by Blogger Ranger Kimi said...

Saya pun rindu membaca tulisan-tulisan Mbak Pito.

  at: 6:17 PM, posted by Blogger The Bitch said...

cie guweh =P

  at: 6:54 AM, posted by Anonymous gita said...

Kamu kangen aku ga?

  at: 3:59 PM, posted by Blogger The Bitch said...

ish. kamu kok insekyur to, Mbak? =P
Post a Comment

<< Home