"Fuck!" Say I

Because nobody rules over my thoughts. Live with it.

Another Weekend Shits

Posted by The Bitch on 8/31/2008 08:27:00 PM

Destiny. Where motives and methods and everything is connected. Sometimes a little human collateral is the cost of freedom. For one person, they are only war casualties. For another, they are just evidence. Some people don't know what's coming. They don't have a clue.

There is a purpose. Satan reasons like man but God thinks of eternity. Somehow, I prostrate myself before a world that's going to hell in a handbag, 'cause in all eternity, I am here and I will be remembered. That's destiny. A bomb has a destiny, a predetermined fate set by the hand of its creator. And anyone who tries to alter that destiny will be destroyed. Anyone who tries to stop it from happening will cause it to happen. We're not here to coexist. I'm here to win. So you'd better have some divine intervention. You're gonna need it.

(Caroll Oerstadt in Deja Vu. Oh, the monologue was happening in the interogation room where he stated those shit with pride but cried after Denzel said, "You better have K-Y; you're gonna need it.")

Mungkin otak gwa yang overloaded dengan pikiran-pikiran nggak nggenah, but somehow gwa selalu merasa bahwa semua hal yang sudah, sedang, atau akan dilakukan beberapa milyar manusia di seluruh dunia sesungguhnya pernah dilakukan berjuta-juta kali oleh orang-orang yang hidup sebelumnya. Bahkan ketika gwa mengetikkan entri ini. Dan ingatan itu tersimpan sedemikian rupa dalam otak-terlupakan, mungkin-mengendap di lapisan terbawah, menunggu seseorang (sesuatu?) untuk mengaduknya dan kemudian melayang naik ke permukaan.

Satu hal tentang benak manusia adalah bahwa isinya adalah alam semesta itu sendiri: njelimet, unbelievable, dan banyak misteri yang tidak dapat diungkap bahkan oleh pakar paling ahli. Sel-sel kelabu yang aktif bergerak dan berpikir itu menangkap data dan disimpan pada storage yang keseluruhan beratnya nggak sampe lima kilo, memilah-milah mana yang harus diingat dan mana yang harus dinafikan. Makanya ada hipnosis, cara buat manggil ingatan yang ingin dilupakan biar balik lagi dan bisa dianalisa (now I sound like a Freudian. Blah!). Kalo otak bisa inget semua hal yang manusia kerjakan detik demi detik, maka storage yang nggak sampe seberat salah satu toket mendiang Lolo Ferari itu nggak bakal cukup. Edan.

Dan gwa percaya bahwa yang bertugas mengingat tidak hanya otak namun juga seluruh sel yang secara kolaboratif membentuk apa yang menjadi seorang Pito, Sandal, Jin Laknat, Mbak Uli, Maz Arif, dan lain-lain, dan menggerakkan mereka mau kemana dan ingin apa. Dimana meletakkan kunci kamar kos, makan mie ayam pake sumpit, pesen gado-gado di warung ujung gang, merancap di kamar mandi sambil membayangkan bersetubuh dengan Maria Ozawa, bagaimana mengisi form excel laporan bulanan, dan sebagainya.

Dalam gen yang gwa bawa, juga terdapat ingatan-ingatan dari kedua orang tua yang urun sel sperma dan sel telur, dimana mereka juga diwarisi ingatan kedua pasang mbah-mbah gwa yang juga mendapat warisan ingatan dari buyut gwa yang mendapat warisan dari cicit gwa, teruuuuuuuuus ke atas sampe bego. Nggak heran kalo gwa sering ngerasa dejavu, seperti pernah melakukan ini tapi lupa dan nggak inget dimana. Seperti kenangan lama yang tersimpan baik-baik di sudut hati dan terpicu keluar karena bau, suara, bunyi, dan apapun yang tertangkap panca indera.

Karena itu gwa nggak gumunan jika menonton, mendengar, melihat, atau membaca apa aja. Paling cuma heran, bagaimana bisa seseorang menyusun cerita sebegitu bagus tapi gwa nggak pernah ngalamin, misalnya. Dan gwa nggak percaya hak cipta. Seperti si Mas ini, dengan senyum selalu tersungging, pernah bicara tentang ide yang beterbangan di udara, tak kasat mata, menunggu untuk 'dipetik'. So, silahkan mau copyleft apapun yang ada disini. Monggo. Karepmu. Gak ngurus. Cuma orang yang gilanya kaffah yang bisa nerusin tulisan gwa dan tetap mempertaankannya selama hayat dikandung badan. Haha!

Udah ah. Mau traweh. Cieee....

ps: eh, eh, kalo dipikir-pikir omongannya Caroll Oerstadt kayak kamu lho, Maz! Dia aja berani ngebom kapal feri, elu bikin apa kek yang lebih heboh. Katanya pengen jadi Nero mbakar Roma sambil dengerin Recuerdos De La Alhambra? Mosok beraninya cuma jualan aspal macem Daendels bikin Anyer-Panarukan?

Labels: