"Fuck!" Say I

Because nobody rules over my thoughts. Live with it.

By the River Piedra...

Posted by The Bitch on 5/28/2007 03:25:00 PM

Saya nggak akan duduk dan tersedu. Weeping is for lamer only.

Ada sebuah legenda bahwa Sungai Piedra begitu dingin sehingga apapun yang jatuh ke dalamnya--dedaunan, serangga, bulu burung--berubah menjadi batu.

Nggak seperti Pilar yang ingin merenggut hatinya dan mencemplungkan ke dalam sungai itu, saya ingin mencemplungkan diri utuh-utuh ke dalamnya. Masuk lebih jauh, bersilaturahmi dengan dedaunan, serangga dan bulu burung dalam diam, berbagi keheningan bersama, dan berharap tak akan ada sesuatupun mengusik kedamaian kami.

Maaf, duhai cahaya. Kamu (lagi-lagi) terlalu membutakan. Saya akan kembali retreat, mundur teratur.


ps: terima kasih, Eyang Coelho. Buku-buku tentang cinta yang Anda buat memang indah. Tapi saya punya cinta dengan definisi saya sendiri yang nggak akan sanggup Anda tulis saking kelamnya.

Labels:

Comments:

  at: 6:00 PM, posted by Anonymous Jay said...

wah, pantes ruang ini terasa kelam.

  at: 10:27 AM, posted by Blogger :: ahmadz :: said...

yahh.. tiap orang punya pandangan masing-masing soal cinta.. :)

  at: 4:01 PM, posted by Anonymous gita said...

klo eyang coelho ga bisa nulisin, piye nek ditulis dhewe ae? :D

  at: 4:55 PM, posted by Blogger human wannabe said...

om jae:
err...

Ahmadz:
Thx

Mbak Gita:
Sampun... (=

  at: 8:42 PM, posted by Anonymous anakperi said...

sik, sik... soal mundur itu, aku jadi inget... tahu bahasa indonesianya "kunduran trek", gak, mbak?
[weh, ra nyambung, ya?]

  at: 5:39 PM, posted by Anonymous kw said...

oh ya tulis aja, siapa tahu dapat nobel. :)

  at: 10:16 AM, posted by Anonymous venus said...

hidup adalah kematian yang pahit :)
Post a Comment

<< Home