"Fuck!" Say I

Because nobody rules over my thoughts. Live with it.

Ngepas Kebaya

Posted by The Bitch on 2/27/2007 11:12:00 AM


Iya! Gwa ngepas kebaya kemarin hari Minggu. Hah? Kawin? Nggak! Yang mau kawin itu sepupu gwa besok, tanggal 11 Maret. Seneng banget ama Supersemar tu anak, ampe mo ijab aja tepat tanggal segitu.

Terus, apa istimewanya?

Ya jelas lah, istimewa. Soalnya gwa berharap banget ga ada kebaya yang muat ama gwa--secara ukuran gwa superduperjumbo begini--jadi gwa bisa dibebastugaskan dari pake baju sempit yang bikin ga bisa makan dan menyerbu prasmanan.

Tapi...
Edan! Sebel gwa. Ternyata ada yang cukup!!! Mana keren banget, lagi! Asal... teuteup, bukan gwa yang pakek.

Lalu pertanyaan yang menyusul dan terlontar dari mulut Budhe gwa adalah--biasa, emak-emak:
"Ayo, kamu kapan nyusul Mbak Anggi? Ini mumpung udah dapet sanggarnya."

Yeah, rite.

*Gwa males komenin orang yang menganggap pernikahan adalah sebuah balapan*

ps: Budhe, kalo aja dikao melek teknologi, tak kasih tau alamat blog ku dan kenali keponakanmu ini lewat tulisan-tulisannya biar dikaw nggak lagi-lagi mencetuskan ide gila ke kepalaku such as the concept of marriage. it sux!


gambar diambil dari sini.

Labels:

An Insomniac Writes Me A Letter Pt.2

Posted by The Bitch on 2/25/2007 10:32:00 PM

Hi, Nduk!

Sejak kapan emosi bernama? Marah, sedih, kecewa, gelisah, kesal, senang, datar, sayang, suka, cinta... apapun lah. Apakah ini ciptaan Tuhan atau produk turunan karena manusia memiliki akal dan perasaan?

Dan sekarang aku kalut, Nduk. Dari semua sayang, kasih dan waktu yang kucurahkan untuknya kok ya rasanya jadi hampa aja di sini, di dadaku. Tapi menusuk. Aku nggak tau itu nama tepatnya apa, tapi yang jelas, aku nggak suka. Zona amanku terguncang begitu dahsyat.

Aku pernah curhat ke Si "Tomorrow", yang membuatku mati rasa terhadap lawan jenis manapun karena kelancangannya membawa seluruh hatiku bersamanya, tentang betapa sux-nya hidup dipenuhi masalah-masalah yang dipercayakan segelintir orang tapi bukan main beratnya untukku, karena sesungguhnya itu sama sekali bukan masalahku. Dia bilang itu talenta karena mereka nyaman menitipkan rahasia padaku. Aku bilang itu kutukan karena mereka adalah mahluk tak terjamah dan tidak mungkin kuraih, meski aku menyelamatkan hidup mereka.

Kamu tau, Nduk?
Aku layaknya Qais Si Majnun, mengais cinta Laila hingga ke kerak terdasar tanpa tau apa yang sesungguhnya kucari. Tapi aku merasa seperti Caesar Sang Penakluk ketika manusia-manusia indah itu patuh tunduk terhadap semua sabdaku dan menelan mentah-mentah apa yang kusarankan pada mereka. Tanpa bisa kujangkau secara fisik. Padahal aku ingin merayakan kemenangan tubuh, kepuasan badani, kebanggaan dangkal untuk bisa menggandeng salah satu dari mereka dan memamerkannya ke seluruh dunia bahwa AKU BISA MENAKLUKKANNYA tanpa rasa romantik dan sentimentil.

Salah satu sahabat yang kupercaya menjadi belahan jiwa pernah berkata bahwa melakukan sesuatu tanpa pamrih akan membawa balasan berlipat yang nggak akan kamu sangka, bahkan dalam imajinasi terliarmu sekalipun. Dengan membuat dirimu merendah hingga tiarap, dianggap nothing, atau mungkin hanya seonggok daging tak bermakna di hadapan orang lain tetapi selalu helpful akan membuatmu mengerti makna alam semesta dan bagaimana peranmu di dalamnya. Kurasa aku masih angkuh untuk menunduk. Atau megalomania kronis?

Bodoh? Memang. Aku hanya ingin hidup normal. Tapi apakah kamu normal jika kamu adalah satu-satunya orang waras ditengah jutaan psychomaniac? Apakah kamu bisa menjabarkan apa arti 'normal' di jaman hi-tech seperti ini? Tolong jelaskan padaku, Nduk. Aku lelah mencari hingga rasanya ingin menangis. Tapi itu pantangan untuk orang sepertiku, bukan? Aku perlu rehat. Panjang.



dan aku masih merindukan senyum, daging yang hidup, gairah terlarang, pelukan hangat, sentuhan lembut, manis bibir, geliat tubuh dan lenguhan nikmat yang pernah kukecap darinya dan kini kucari di belantara manusia bernama bumi. aku mati, Nduk. M A T I .



Dan apa yang kau temukan disana, Sahabat. Apa...?

Labels:

Another Soul Goes To Heaven...

Posted by The Bitch on 2/23/2007 01:11:00 PM

Lagi beli bakso dan ketawa-ketiwi ama Jojon via SMS, mak bedunduk ujug-ujug ada telepon masuk. Dari nomer asing.

Penelpon (P): "He... ini Godril. Kamu udah tau blum?"
Penerima (mP): "Hah? Tau apa? Emangnya gwa cenayang?!"
P: "Adeknya Si Mbak meninggal di Sukabumi. Semua sodaranya udah di rumahnya yang di Jatinegara. Tolong sebarin ke temen-temen blogger yah!"
mP: "............"

*langsung diem dan ga brani cekikikan lagi ampe tukang baksonya bengong*

Be tough ya, Mbak. Meskipun baru kemarin kamu menemani dia terbaring sambil cerita-cerita, sekarang waktunya kamu ikhlas.

The goods die young because the olders are better to cope with grief and lost...

Labels:

Welcome, Suckah

Posted by The Bitch on 2/22/2007 05:54:00 PM





Finally! Diakui juga setelah berbulan-bulan melacur di kantor ini. Or, perhaps gwa harus ubah mindset karena pelacuran ini ternyata lumayan menyenangkan, dengan orang-orang baik, banyak tawa dan, ehm... banyak makanan. Bukan, lah. Nggak melacur lagi tapi liburan tiap hari.
Jadi, kita emang kerjaan utamanya ya makan-makan dan ketawa-ketawa. Kerjaan sampingan, baru deh, bikin report.

Tapi teuteup... kalo udah dikejar si neng ini gwa bisa nginep-nginep di kantor. Ampe dibeliin kasur segala yang harganya lebih mahal dari kos gwa sebulan.

Edan lah!

Ga pernah nyangka gwa bisa juga ngantor dengan jins, kaos oblong dan sendal jepit tiap hari.

Tobh markotobh wes!

*bows to all*

Labels:

A Man, The Ego, and His Inferiority

Posted by The Bitch on 2/19/2007 09:53:00 AM

simaz (1:12:28 AM): aku tertekan secara sosial. makanya gosip ttg aku tuh gila. obrolan mereka selalu...cewek2
simaz (1:13:02 AM): sampe ada 1 temen yg gw bingung, ini orang kenapa kok natap aku sinis banget?
me (1:13:45 AM): ya.. kamu kan ga bisa mencegah orang berpikir seperti apa
simaz (1:15:23 AM): iya bener. aku bikin blog aja, gosipnya gila2an. gila! kapan aku bisa nunjukin karakterku?
me (1:15:36 AM): knapa sih kamu ga bisa cuwek
me (1:15:41 AM): ?
simaz (1:16:34 AM): kalo aku cuek, hasil2 tulisanku bakal mbladus
me (1:16:46 AM): emang ngaruh?
me (1:16:53 AM): i mean, cuwek sama apa pikiran orang
me (1:17:07 AM): let it flow, enjoy the wave
simaz (1:18:02 AM): sulit dear. ada satu hal. ini bener2 nyangkut berhasil tidaknya nanti dalam sensibilitas pada respon orang
me (1:18:16 AM): dan itu adalah...?
me (1:18:59 AM): ...
me (1:19:06 AM): ...
simaz (1:19:07 AM): ya gini deh, dosenku kasih nilai A dalam paperku, sementara lainnya B. itu aku kerjakan dengan memaksimumkan semua indra dalam pengamatan
me (1:19:22 AM): i got it
me (1:19:44 AM): cuwek kan ga slalu 24 jam sehari lo lakukan maz
me (1:19:48 AM): disetel gituloh
simaz (1:19:48 AM): makanya bersikap cuek hanya bisa kulakukan waktu M A B U K
me (1:20:01 AM): bentar
me (1:20:03 AM): rehat
simaz (1:20:08 AM): ???
me (1:20:12 AM): stop talking about u 4 a minute
me (1:20:21 AM): i'm asking you the basic question
me (1:20:32 AM): why me? why do u have to tell me all about yourself?

... And I've never got the answer since the connection was mercilessly down. Godamit!!!

Been absorbng much thse past2dys.cool way2start ths gong xi.im fixn my atitud&u're my most inspiring person.thx4this amazin bubles!
Message From: Mi Caro
02747xxxxx4
Time: Mon 19/02 01:31A

Yeah, rite!

[so what if you're jez a bubble and a trash bin? this is your first task. face it, baby. and grow stronger!]

Labels:

How To Win A Woman's Heart

Posted by The Bitch on 2/16/2007 06:49:00 PM

Gwa prihatin banget denger keluh-kesah temen-temen laki gwa. Mereka bilang peremuan susah dingertiin. Well, kami gak kayak gitu kok. Sebenernya cuma tinggal buka mata, telinga dan hati aja buat ngerti kami. Tapi untuk lelaki-lelaki yang ga bisa melakukan multi-tasking seperti itu, ini gwa kasih bocorannya, based on my personal experience as a(n almost) woman myself:

1. Everything based on the golden rule of life: Do as what you want others to do to you. Perlakukan semua orang sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh mereka. Istilahnya lo jual, dia yang beli. Kalo lo pengen diperlakukan baik ama orang, maka lo harus berbuat baik dulu ke orang itu. Sama aja on how you treat a woman. Kalo lo mau dia manis ke elu, maka lo harus manis dulu ke dia. Mancing lah. Ntar lama-lama kan dia ngerasa juga, "mosok one way gini sih? Dia mulu yg perhatian ama gwa," gitu kalik. Mudah-mudahan sih dia berasa dan tau diri =P

2. Keep that magical touch. Jangan dengan hasrat sex lo yang menggila, tapi dengan kasih sayang. Perempuan itu kadang seperti batu karang. Lo harus telaten menetesinya sebagai air agar karang itu lama-lama terkikis dan rapuh. Kalo abis ketemuan, pamitnya jangan kayak biasa. Liat ke matanya, terus usap pipinya atau bahunya. Atau sun jidadnya. Aw... *blushes*

3. Be a romantic partner sometimes and shower her with flowery words, not all the time. Puji rambutnya, gaunnya, atau apa lah. Kasih coklat atau buku yang pengen dia baca. Selipin notes dengan kata-kata singkat, padat, tepat (ai lap yu kek, ato apa lah) di tempat yang nggak dia duga. Di tasnya atau di bawah pintu, atau di selipin di buku yang baru aja lo pinjem dari dia.

4. Patience. Kalo she did something yang lo ga suka, tahan amarah. Jangan langsung meledak as soon as she does it. Kalo ga tahan seruangan ama beliau dengan kemurkaan lo yang masih menggelora, pergi sebentar. SEBENTAR, jangan lama-lama. 1-2 jam cukup lah buat dinginin kepala. Terus, balik lagi ke dia sambil lo bawain makanan kesukaannya, bicara baik-baik dan omongin apa yang buat lo marah sambil lo hidangkan itu sesajen.

5. Ears of steel. Lo tau perempuan kalo lagi PMS (Pre-Menstrual Syndrome) itu galaknya kayak emak macan yang anaknya disenggol. Tapi ada juga yang karena saking marah banget dia jadi meledak-ledak kayak petasan cabe rawit pas Imlek. Itu karena perempuan sangat perasa, segimanapun cueknya.Yah, lagi-lagi masalah otak kanan dan kiri sih. Kondisi seperti itu bikin perempuan ga bisa ngendaliin mulutnya. She doesn't mean what she says. Therefore, ubahlah telinga lo jadi sekeras baja dan dengarkan inti permasalahannya. Bukan bumbu-bumbunya.

6. Make her as the center of your attention. Perhatiin kebutuhan psikologisnya. Tanya kondisinya sering-sering. Atau absen, dia udah ngapain aja hari ini. Trus lo integrasikan dengan kegiatan lo dan jadikan itu topik yang menarik sambil mijetin dia, misalnya. Nggak susah ah. Cuma perlu sedikit spak-spik basi dikid. Hihi.

7. Tickling the brain. Jangan biarkan dia cengok tanpa tau isu-isu terbaru, kalo misalnya si mbak nggak suka baca. Bikin acara diskusi buku yang baru lo baca atau ajak dia ke museum atau tempat-tempat yg bikin otak rada bekerja lah. Terus, ajak diskusi, bukan debat.

8. Do it as a teamwork. Sering-sering pergi berdua dunk. Atau ngapain, gitu. Maen monopoli atau uler tangga atau kartu. Atau jalan keluar. Muter-muter mall, kek. Nonton, kek. Bukan televisi, tapi di cineplex. Atau bilang lo lagi pengen beli apa, biar kalian jalan berdua dan dia yang milih. Perempuan suka kalo merasa dibutuhkan dan seneng kalo pasangannya keliatan keren dengan barang-barang yang dia pilih. Karena itulah semua iklan untuk produk laki-laki maupun perempuan selalu menyasar konsumen perempuan. Ya... sebab kita yang lebih suka belanja daripada kalian. Kalo lo ga suka sama pilihannya, bilang terus terang dan jangan pake komentar yang ga enak.

9. Smile! It makes people wonder what you up to. Itu tulisan di mug kesayangan gwa, dengan gambar anjing kartun berlatar merah yang lagi nyengir lebar dengan konyolnya. Sekarang udah pecah. Hix )= Tapi bener kok. Sering-seringlah senyum, jangan pasang tampang ditekuk mulu gitu. Mosok lo bisa senyum-senyum baca SMS dari temen tapi mbaknya cuman dikasih tampang bete?

10. Let her win, drown your ego and do it with all your heart and soul. Ini bagian tersusah, karena ego lelaki kadang lebih besar daripada ukuran dua kepalanya dijadikan satu. Kalo mbak e ngomong apapun yang merendahkan harkat dan martabat elu sebagai kaum Pak Adam, dengerin aja dan jangan bantah. Kalopun dia melakukannya di hadapan orang banyak, jangan langsung pasang tampang kenceng. Cengar-cengir aja. Abis itu, lo omongin ketika kalian berdua aja. Jangan pake urat, ya.

11. Have a thousand pairs of hand. Kalo dia lagi repot, selalulah jadi suami/pacar/pasangan siaga. Siap, antar, jaga kayak di iklan-iklan layanan masyarakat itu. Xixixi. Misalnya nyuci piring atau do the laundry together. Sumpah, asik banget. Apalagi maen ciprat-cipratan atau bikin kaos dia basah. Hmmm... seksi banget tuw!

12. Be a gentleman. Dahulukan dia kalo jalan ato ngangkot, bukain pintu buat dia, geserin bangku kalo dia mau duduk, such things lah. Semandiri dan secuek apapun perempuan, walau dia mencibir, sebenernya dia amat sangat menghargai dan perlu to be treated like a lady.

13. Little surprises add a greater joy. Kasih kejutan-kejutan kecil dalam bentuk barang. Ga usah mahal-mahal. Dulu cowok gwa pernah kasih lilin. Pas dia ngasih ke gwa, tanpa dibungkus kado atau berlutut, dia cuma bilang, dengan cueknya, "Kemaren gwa jalan ama temen, terus liat ini. Gwa inget kos lo sering mati lampu. Jadi gwa beli aja." Dan itu lilin cuma gwa liatin dan nggak gwa bakar ampe sekarang. Sayang! Haha!

14. Involvement. Masukin dia ke kehidupan elu dan elu ke dia. Ikutan kongkow bareng temen, kek. Atau ajak dia nemenin elu ke pesta. Atau lo bisa tanya-tanya pendapatnya tentang orang yang kalian kenal. Gosip-gosip dikid juga gpp >=P Dan, satu lagi. Sering-seringlah curhat ke dia. Paling ga enak jadi the last person on earth to know what was going on, apalagi when shit happens to the closest, dearest person. Jadi orang pertama yang tau masalah pasangannya (atau temen, atau pacar) itu bikin dia merasa dihargai.

15. Family ties. Sering-sering tanya kabar keluarganya dan tunjukin kalo lo perhatian sama mereka. Itu juga bikin perempuan merasa dihargai.

Untuk ngejalaninnya, lo harus tau dulu sampe batas mana ketahanan elu dan harus paham betul semua sifat-sifat dia. Atau, untuk referensi, Sun Tzu's the Art of War bisa jadi referensi bagus tuh. Anggap aja lo adalah The Warlord dan si mbak sebagai musuh yang lo perangi sifat jahatnya. Dengan mengenali kekuatan diri dan lawan serta mengenali medan pertempuran, maka lo bisa atur strategi perang yang menyerang dari atas bagai hujan dan menggempur dari bawah tanpa terlihat. Haha!

One thing you have to keep in your mind: menaklukkan hati itu ga bisa terjadi secara instan. Lo kudu super telaten ngejalaninnya. Lo bisa kok. Ga ada yang ga bisa selama manusia masih bernapas. Yang ada cuma mau dan nggak mau. Titik.

Good luck!



dedicated to si maz

Labels:

Anarchize This!

Posted by The Bitch on 2/14/2007 05:35:00 PM

Buku edan! Ampe mrinding gwa bacanya. Tentang negara superdiktator dengan Big Brother as the watcher yang terus berperang dengan Eurasia dan Eastasia.


If only gwa tinggal di negara macem gini, asli... gwa bakal lebih anarki lagi...



*phew!*


ps: This is the shortest posting with too many links cuz the poster is too slacker to write (= see? another link!

N.U.M.B

Posted by The Bitch on 2/14/2007 11:52:00 AM

Kamu seperti bangsa Arab pra Perang Salib, duduk bersila mendengar pelajaran yang dibawa Barat (yang padahal dicuri dari orang Arab sendiri berabad-abad silam), membuatku berada di titik "You ask me to enter and then you make me crawl", datang tiba-tiba entah dari neraka mana dan membuat malam-malamku bergelimang asap rokok saat jutaan ide menyesak di benak memberiku kekuatan tanpa tanding untuk menaklukkan dunia yang hanya bisa tertuang di layar elektronik empat belas inchi, membuka pintu menuju orgasme jiwa terbesar, membuat raga lungkrah tak berdaya dengan senyum puas membayang di wajah, menjadi Sang Guru sekaligus Murid, air laut yang kureguk tiada habis dan makin membuatku kehausan, buah pengetahuan di taman Eden yang ditawarkan Ibu Eva melalui tangan halusnya sementara Sang Ular membelit leher dan lidahnya membisikkan rayuan berdesis-desis di cuping telinga, berhala yang kusembah dengan segenap kepagananku karena aku tahu...

Kamu bukan Dia Sang Maha.

Labels:

Disconnected

Posted by The Bitch on 2/11/2007 12:05:00 PM

Emang dasar geblek. Jumat kemaren gwa beli voucher isi ulang. Mana yang 'mahal punya' *ucapkan dengan gaya ngkoh-ngkoh Glodok* pulak! Karena gwa belinya udah malem dan mbak-mbaknya udah pada kukut, akhirnya itu pocer gwa bawa balik ke kos biar isi di sana ajah.

Tapi apa lacur? *apakah kamu pelacur?*

Karena uang logaman semua udah gwa masukin celengan, gwa gosok aja itu bagian silper-solpernya pakek gagang sendok. Eh... karena terlalu semangat jadinya 2 digit terakhir malah ilang. Damn!

Untung ada samar-samar selintas garis yang membentuk antara angka 8 atau 6 atau 3. Ya... akhirnya gwa hajar aja, isi pulsa pake nomer tebak-tebakan macem Om Robert Langdon mecahin pesen tersembunyi di Da Vinci Code *gubrak!*. Berkali-kali mbak 'Selamat Datang'nya minta maaf ama gwa karena "nomer yang Anda masukkan salah atau sudah terpakai". Ya... gwa maafin sih. Dia kan ga kenal gwa. Kalo kenal pasti dia udah beliin gwa pocer baru. Bwihihi... Huh! Berasa kayak pasang togel, harap-harap cemas angkanya tembus apa ndak. In my case, pulsanya masuk apa ndak.

Lalu...Terjadilah bencana itu. Karena berkali-kali gagal masukin angka, nomer gwa keblokir. Disuruh kontak kastamer serpis ga bisa-bisa karna it was Friday night and all of them were off (meskipun bilangnya 'sedang melayani pelanggan'. Pelanggan my ass!). Teuing lah. SMS banyak yang masuk dan gwa ga bisa bales. Ada juga yang nanya kenapa ponsel gwa modar. Cuwek... cuwek...

Tapi pas gwa ke warnet besoknya (hari ini, maksudnya, ketika posting ini dibuat), banyak banget offline message di yahu mesenjer. Especially from Si Maz yg--TERNYATA--kehilangan gwa banget. Ihik... I didn't know you need me that much, Maz *blushes* Truz juga imel dari The Phoenix Brotha #2 yang semalem mengiming-imingi gwa dengan ngopi-ngopi di Manut. Bah!

Jadi yah... gitu deh. Ampe Senen besok gwa terputus dengan dunia luar. Enak-ga enak sih. Yang paling ga enak adalah ketika Si Maz merasa gwa sengaja menghindar dari dia. Sumpah, Maz. I didn't want it to happen in the first place.

And you know what was the most stupid thing of all?Pas gwa liat lebih seksama... ternyata it was valid until DECEMBER 2006!!!

Huahahahahahhahahahaha!!! Pantes aja ga masuk-masuk!!!

*phew!*

(................................................)

Posted by The Bitch on 2/08/2007 12:21:00 AM

hey, you

stop haunting.
i've got enough


i'm sick and tired and nauseated and fucked up and ruined.






thanks for dropping by, asshole.